Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lima SMP Negeri Jepara Kekurangan 55 Siswa 

Fikri Thoharudin • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:48 WIB

SEPI: SMPN 2 Keling hanya mendapatkan 11 siswa pada SPMB 2026. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR PATI)
SEPI: SMPN 2 Keling hanya mendapatkan 11 siswa pada SPMB 2026. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR PATI)
JEPARA — Lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Jepara tak penuhi kuota. 

Kekurangan mencapai 55 siswa, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Hening Indarti menyampaikan sebelumnya dari lima SMP Negeri tersebut kekurangan 59 siswa, dari keseluruhan kuota.

Di tahap awal, pendaftaran dan verifikasi dilakukan pada (17-25/6), lalu pengumuman hasil pada (26/6). 

Baca Juga: Komnas HAM Tinjau Lokasi Konflik Tambang Andesit di Sumberrejo Jepara

Periode perpanjangan dilakukan selama (1-2/7), pada pukul 00.00 hingga 14.00. 

Namun setelah dilakukan perpanjangan pendaftaran secara online, hanya mendapatkan tambahan 4 siswa.

Hingga hari terakhir perpanjangan, pada Kamis (2/7), SMPN 2 Karimunjawa mendapatkan 15 siswa. Kurang 17 siswa, dari kuota secara keseluruhan 32.

SMPN 2 Batealit mendapatkan 90 siswa, kurang 6 dari total 96 kuota.

Lalu SMPN 2 kedung mendapatkan 80 siswa, kurang 16 siswa dari total kuota 96.

Kemudian SMPN 2 Keling, mendapatkan 53 siswa. Atau kurang 11 siswa dari kuota 64. 

Serta SMPN 4 Kembang berhasil mendapatkan 27 siswa, kurang 5 siswa dari kuota keseluruhan 32.

Radar Kudus, melakukan koreksi atas pemberitaan sebelumnya. Terdapat kesalahan pengutipan.

Sebelumnya diberitakan, SMPN 2 Batealit mendapatkan 8 siswa total 96 kuota.

SMPN 2 Karimunjawa mendapatkan 17 dari kuota secara keseluruhan 32. Lalu SMPN 2 kedung mendapatkan 22 siswa dari total kuota 96.

Kemudian sebelumnya diberitakan, SMPN 2 Keling, mendapatkan 11 siswa dari kuota 64. Serta SMPN 4 Kembang yang paling minim dari semua sekolah, hanya berhasil mendapatkan 5 siswa dari kuota keseluruhan 32.

Kekurangan 257 siswa tidaklah benar. Terdapat kesalahan dalam penarasian.

Kini, kekurangan siswa dari lima SMP Negeri tersebut hanya 55 siswa, dari total kuota 320 siswa.

Semula terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian data, serta dalam penyusunan narasi pemberitaan yang terbit pada Jumat (3/7). 

Untuk itu, Radar Kudus menyampaikan permintaan maaf atas hal tersebut. Radar Kudus sebelumnya melakukan wawancara dengan Kabid SMP Disdikpora Jepara di Kantor Jl. Ratu Kalinyamat No.1, Demaan VI, Kec. Jepara, pada Rabu (1/7).

Kemudian, pada Kamis (2/7) saat dilakukan konfirmasi kembali melalui pesan WhatsApp, terdapat kesalahpahaman data atas Disdikpora Jepara. 

Kendati demikian, untuk minat masuk sekolah rakyat amat tinggi. Melebihi kuota SMP maupun SMA.(fik)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#sekolah rakyat jepara #SPMB 2026 Jepara #SMP Negeri Jepara #krisis murid #disdikpora jepara