Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kredit Macet BPR Blora Artha Blora hingga Rp 20 Miliar, Pemkab Terpaksa Bertindak Tegas

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Kantor BPR Blora Artha yang terletak di Jalan Pemuda No.12, Mlangsen, Kec. Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
Kantor BPR Blora Artha yang terletak di Jalan Pemuda No.12, Mlangsen, Kec. Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan kredit macet di BPR Blora Artha.

Salah satunya dengan membentuk tim khusus yang bertugas memetakan debitur bermasalah serta memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Blora.

Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya kredit macet yang membebani bank milik pemerintah daerah itu.

Nilai kredit bermasalah tercatat mencapai sekitar Rp 20 miliar.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, Pemkab terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Blora untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

"Dengan Kejaksaan kita terus koordinasi," ujarnya.

Menurut Arief, pemerintah daerah telah membentuk tim untuk mengidentifikasi dan memetakan debitur yang belum memenuhi kewajibannya.

"Kita petakan, bentuk tim untuk membantu menyelesaikan kredit macet," katanya.

Ia menjelaskan, debitur bermasalah tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Blora, tetapi juga dari luar daerah.

Sebelumnya, kasus kredit macet tersebut sempat ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blora.

Pemkab, lanjut Arief, masih mengedepankan langkah persuasif dalam penyelesaian kredit macet.

Namun apabila upaya tersebut tidak membuahkan hasil, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum berupa penyitaan hingga pelelangan aset milik debitur.

"Skema bila saatnya dilelang, ya kita lelang. Ketika tidak ketemu solusi, bisa upaya lelang kita lakukan secepatnya," tegasnya.

Melalui pembentukan tim tersebut, Pemkab Blora berharap persoalan kredit macet di BPR Blora Artha dapat segera diselesaikan.

Sehingga kondisi keuangan bank daerah kembali sehat dan mampu menjalankan fungsinya dalam mendukung perekonomian masyarakat. (tos)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Baru Satu dari 79 SPPG di Blora Daftarkan Karyawan ke BPJS Kesehatan

Baru Satu dari 79 SPPG di Blora Daftarkan Karyawan ke BPJS Kesehatan

Dari 79 SPPG di Blora, baru satu yang mendaftarkan relawan ke BPJS Kesehatan. BPJS mendorong seluruh SPPG segera memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi pekerja Program Makan Bergizi Gratis.

Sanksi Guru di Blora yang Diduga Kirim Chat Tak Senonoh ke Siswa Tunggu Hasil Sidang TPKK

Sanksi Guru di Blora yang Diduga Kirim Chat Tak Senonoh ke Siswa Tunggu Hasil Sidang TPKK

BKPSDM Blora menunggu hasil sidang Tim Penyelesaian Kasus Kepegawaian (TPKK) untuk menentukan sanksi terhadap guru SMP yang diduga mengirim chat tak senonoh kepada siswa.

PARAH! Toilet Mampet hingga Talang Bocor, Pedagang Keluhkan Fasilitas Pasar Sidomakmur Blora

PARAH! Toilet Mampet hingga Talang Bocor, Pedagang Keluhkan Fasilitas Pasar Sidomakmur Blora

Pedagang Pasar Sidomakmur Blora mengeluhkan toilet rusak, pasokan air tidak optimal, talang bocor, dan jalan belum berpaving. Pengelola pasar mengusulkan perbaikan sejumlah fasilitas tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer