Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Banjir Rob Terparah Rendam Desa Tunggulsari Pati, 55 KK Terdampak dan Aktivitas Lumpuh

Andre Faidhil Falah • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:09 WIB


TERENDAM: Salah satu rumah warga Desa Tunggulsari, Tayu, Pati, kebanjiran rob kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

TERENDAM: Salah satu rumah warga Desa Tunggulsari, Tayu, Pati, kebanjiran rob kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Banjir rob kembali merendam permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.

Setelah sempat surut selama lebih dari sepekan, air laut pasang kembali menggenangi kawasan pesisir dengan ketinggian mencapai satu meter di sejumlah titik.

Warga menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: 4.650 Ruang Kelas di Blora Rusak, Dinas Pendidikan Genjot Perbaikan Lewat Program Revitalisasi

Genangan air merendam jalan desa, rumah warga, hingga kawasan tambak sehingga aktivitas masyarakat nyaris lumpuh.

Sebagian warga terpaksa menerobos banjir untuk beraktivitas, sementara lainnya menggunakan perahu karet sebagai sarana transportasi.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengatakan banjir rob kembali meninggi akibat pasang air laut.

 Kondisi diperparah karena tanggul yang jebol hingga kini belum diperbaiki, sehingga air laut terus mengalir ke permukiman dan tambak warga.

"Banjir kali ini yang paling parah. Ketinggian air di titik terdalam mencapai sekitar satu meter, sedangkan di lokasi lain berkisar 30 sentimeter," ujarnya.

Menurut Setyo, sedikitnya 55 kepala keluarga (KK) atau sekitar 134 jiwa terdampak banjir rob.

Selain merendam rumah warga, genangan juga menghentikan sebagian besar aktivitas masyarakat.

Pemerintah Desa Tunggulsari terus melakukan patroli untuk mengingatkan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, agar segera mengungsi ke balai desa yang telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian apabila kondisi semakin memburuk.

Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas jika banjir rob masih berlanjut.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera memperbaiki tanggul yang jebol agar banjir rob tidak terus berulang.

Mereka khawatir kerusakan permukiman dan tambak akan semakin parah akibat abrasi dan genangan air laut yang berkepanjangan.

Salah seorang warga, Rukmini, mengatakan banjir rob kembali terjadi karena tanggul penahan gelombang yang jebol belum juga diperbaiki.

Akibatnya, air laut dengan mudah masuk ke kawasan permukiman setiap kali terjadi pasang.

"Tanggulnya jebol dan sampai sekarang belum diperbaiki. Harapan kami segera dibenahi supaya kalau air laut pasang tidak banjir lagi," katanya.

Ia menambahkan, banjir rob tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Banyak petambak kehilangan mata pencaharian karena tambak mereka terendam air laut.(adr)

Editor : Abdul Rochim
banjir rob Pati tanggul jebol Tayu banjir rob Tayu Desa Tunggulsari abrasi pantai Pati