Musim Tembakau di Rembang Diproyeksi Putar Uang Rp 455 Miliar


REMBANG – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Rembang membawa optimisme bagi petani.
Dengan luas tanam mencapai 7.440 hektare dan didominasi varietas nori melalui pola kemitraan dengan perusahaan rokok, perputaran ekonomi selama satu musim diperkirakan mencapai Rp 455 miliar atau hampir setengah triliun rupiah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor utama yang membuat prospek produksi tembakau tahun ini cukup menjanjikan.
Menurutnya, hingga semester I 2026 luas tanam tembakau telah mencapai 7.440 hektare.
Sebagian besar lahan merupakan kemitraan dengan perusahaan rokok menggunakan varietas nori.
"Tahun ini petani tembakau terlihat sumringah karena cuaca sangat mendukung. Luas tanam sementara mencapai 7.440 hektare," ujarnya.
Agus menjelaskan, produktivitas tembakau kemitraan rata-rata berkisar 1,5 hingga 2 ton per hektare dengan harga jual sekitar Rp35 ribu per kilogram.
Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai ekonomi yang dihasilkan selama satu musim tanam diperkirakan mencapai Rp455 miliar.
"Kalkulasi selama sekitar enam bulan proses produksi tembakau ini menghasilkan perputaran uang sekitar Rp455 miliar. Hampir setengah triliun rupiah beredar pada musim tembakau," jelasnya.
Besarnya nilai ekonomi tersebut menjadikan sektor tembakau sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Rembang.



