KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga ke seluruh kecamatan.
Langkah tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
Rencana itu disampaikan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menghadiri Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus di kantor dinas setempat, Jumat (10/7).
Baca Juga: Jam Absensi ASN Kudus Dimajukan Pukul 05.30, Untuk Dukung Program Ini
Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati warga yang berburu berbagai kebutuhan pokok.
Beras, minyak goreng, gula, telur, hingga aneka produk UMKM dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Di sela kegiatan, Sam'ani juga mengunjungi stan pelaku UMKM.
Ia membeli sejumlah produk lokal untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha sekaligus membantu warga.
Menurut Sam'ani, kondisi ekonomi global maupun nasional, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), turut memengaruhi harga sejumlah komoditas.
Karena itu, Gerakan Pangan Murah rutin digelar setiap bulan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
"Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus setiap bulan, setiap Jumat kedua, bertujuan menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah," ujarnya.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Tapi juga menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
Selain menyediakan kebutuhan pokok murah, Pemkab Kudus juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar perputaran ekonomi lokal semakin meningkat.
"Untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengikutsertakan UMKM dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar dampak ekonomi yang hadir semakin luas," tambahnya.
Ke depan, Pemkab Kudus tengah mengkaji pelaksanaan GPM secara bergiliran di setiap kecamatan sehingga masyarakat tidak perlu datang ke pusat kota untuk mendapatkan bahan pangan murah.
"Kami tengah mengkaji pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di kecamatan-kecamatan secara bergantian agar pasar lebih dekat dengan masyarakat," kata Sam'ani.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, mahasiswa Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus turut dilibatkan untuk melakukan riset mengenai efektivitas program tersebut.
Hasil penelitian nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan pelaksanaan GPM.
Perwakilan Dema UIN Sunan Kudus, Muhammad Prasetyono, mengatakan timnya akan mengkaji sejauh mana Gerakan Pangan Murah mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin mengetahui seberapa efektif Gerakan Pangan Murah ini terhadap stabilitas harga pangan. Selain itu, kami juga akan memberikan rekomendasi mengenai hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun ditingkatkan," ujarnya. (dik/him)