GROBOGAN – Persaingan masuk MAN 1 Grobogan pada Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026/2027 semakin ketat.
Pada gelombang kedua ini, sebanyak 905 calon siswa memperebutkan 153 kursi yang masih tersedia.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme masyarakat untuk menempuh pendidikan di madrasah tersebut terus meningkat.
Kepala MAN 1 Grobogan Kasmuin melalui Wakamad Bidang Sarana dan Prasarana Mulyo Hariyanto mengatakan, total kuota penerimaan tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 432 siswa.
Kuota itu terbagi dalam lima program unggulan, yakni Boarding Sains sebanyak 36 siswa, Olimpiade 108 siswa, Tahfiz 36 siswa, Olahraga, dan Reguler sebanyak 252 siswa.
Menurutnya, proses PMB dibagi menjadi dua gelombang. Pada gelombang pertama yang berlangsung mulai 12 Februari hingga 26 Maret 2026, tersedia kuota 279 siswa.
Namun, jumlah pendaftar mencapai 483 orang, sehingga tidak semua peserta dapat diterima.
Sementara pada gelombang kedua dibuka 2 hingga 26 Juni 2026, animo masyarakat semakin tinggi. Sebanyak 905 calon siswa mendaftar untuk memperebutkan sisa kuota 153 siswa.
Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada Senin (6/7) Juli 2026.
"Seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi berupa Tes Potensi Akademik (TPA), wawancara, dan Baca Tulis Alquran (BTA).
Dari hasil seleksi itulah nantinya akan ditentukan peserta yang diterima sesuai kuota yang tersedia," ujar Mulyo.
Ia menjelaskan, tahun ajaran ini MAN 1 Grobogan juga menghadirkan program baru, yakni kelas Olahraga.
Program tersebut untuk pertama kalinya dibuka sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat, bakat, dan prestasi di bidang olahraga, khususnya cabang bola voli.
"Program olahraga ini merupakan yang pertama kami buka. Harapannya, siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga tetap bisa mengembangkan prestasinya tanpa meninggalkan pendidikan akademik dan pembinaan karakter di madrasah," jelasnya.
Selain program baru tersebut, MAN 1 Grobogan tetap mempertahankan program unggulan yang selama ini menjadi daya tarik masyarakat.
Program Boarding Sains diperuntukkan bagi siswa yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan dengan sistem berasrama.
Program Olimpiade disiapkan untuk mencetak siswa berprestasi di berbagai kompetisi akademik. Sementara Tahfiz memadukan kurikulum nasional dengan penguatan hafalan Al-Qur'an.
Mulyo menambahkan, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari berbagai prestasi yang berhasil diraih MAN 1 Grobogan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
"Animo masyarakat setiap tahun terus meningkat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjaga proses seleksi tetap objektif, transparan, dan profesional," pungkasnya. (int)
Editor : Admin