Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Penggiat Desak Pemkab Rembang Benahi Kawasan Lasem Kota Pusaka

Abdul Rochim • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:17 WIB

SOROTAN: Potret kawasan Karangturi Lasem saat subuh yang belakangan menjadi sorotan publik akibat sejumlah fasilitas yang rusak maupun kurang terawat. (WISNU AJI/RADAR PATI)
SOROTAN: Potret kawasan Karangturi Lasem saat subuh yang belakangan menjadi sorotan publik akibat sejumlah fasilitas yang rusak maupun kurang terawat. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Kondisi Kawasan Lasem Kota Pusaka yang belakangan menjadi sorotan publik mendapat perhatian dari sejumlah penggiat sejarah dan budaya.

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengambil peran lebih besar dalam menjaga dan merawat kawasan cagar budaya tersebut agar tetap menjadi ikon wisata sejarah.

Sorotan muncul setelah banyak lampu penerangan jalan tidak berfungsi, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Bahkan beberapa sarana prasarana dilaporkan hilang akibat aksi tangan-tangan tidak bertanggung jawab. 

Baca Juga: Pemkab Rembang Perjuangkan Guru Tidak Tetap Jadi ASN, Bupati Harno Sampai Lakukan Ini

Kondisi tersebut membuat kawasan yang sebelumnya ditata sebagai destinasi wisata heritage dinilai kehilangan daya tarik.

Penggiat Lasem, Mujib el Muis, mengatakan Lasem Kota Pusaka merupakan aset sejarah yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut dahulu mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penataan kawasan mencakup area seluas sekitar 13.606 meter persegi yang meliputi kawasan Pecinan, Alun-alun Lasem, Masjid Jami, hingga Pasar Wisata Kreatif sebagai bagian dari pengembangan wisata berbasis warisan budaya.

"Pemkab Rembang seharusnya mengambil peran strategis dalam pelestarian Kota Lasem agar kawasan ini tetap terjaga sebagai warisan sejarah," ujarnya.

Mujib menilai kondisi kawasan saat ini menunjukkan minimnya perhatian terhadap pemeliharaan.

Ia mengkritik belum optimalnya penanganan fasilitas dasar, seperti lampu penerangan yang padam maupun penataan kawasan yang dinilai belum maksimal.

"Jangan sampai kondisi semrawut ini dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengganggu upaya menjadikan Lasem sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional," katanya.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Bupati Rembang Harno menyatakan pemerintah daerah akan membahas langkah-langkah penanganan bersama instansi terkait.

Menurutnya, pemeliharaan kawasan akan terus diupayakan agar Lasem tetap menjadi salah satu ikon sejarah dan budaya Kabupaten Rembang.

Harno menegaskan pemerintah daerah tidak akan mengabaikan berbagai persoalan yang muncul, termasuk kerusakan fasilitas, hilangnya penutup drainase, hingga persoalan kebersihan di kawasan tersebut.

"Ya akan kita usahakan," ujar Harno.

Pemkab Rembang juga berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keberlanjutan kawasan Lasem Kota Pusaka sehingga tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang nyaman dan terawat bagi masyarakat maupun wisatawan. (noe)

 

Editor : Abdul Rochim
Kota Pusaka Lasem kawasan heritage Lasem wisata sejarah Rembang lasem kota pusaka Pemkab Rembang