REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.
Salah satunya dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 275 juta untuk kebutuhan distribusi atau droping air bersih jika sewaktu-waktu terjadi kekeringan di wilayah terdampak.
Meski demikian, hingga pertengahan tahun ini kondisi ketersediaan air di seluruh wilayah Kabupaten Rembang masih relatif aman.
Dari total 294 desa dan kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan, belum ada satu pun yang mengajukan permohonan bantuan air bersih.
Baca Juga: Pelanggan Premium PLN Tak Terdampak Pemadaman Bergilir di Rembang
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang Muhammad Luthfi Hakim mengatakan, pihaknya tetap melakukan berbagai persiapan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan saat puncak musim kemarau nanti.
“Untuk sampai saat ini pengajuan dropping air bersih dari desa belum ada. Tetapi untuk persiapan menghadapi kekeringan, kami sudah bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Baznas, PMI, dan sejumlah perusahaan melalui program CSR,” ujarnya kemarin (23/6).
Menurutnya, BPBD telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 juta untuk kegiatan distribusi air bersih.
Sementara dukungan tambahan berasal dari Baznas, PMI, dan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan nilai mencapai sekitar Rp200 juta.
“Kalau ditotal dengan dukungan dari berbagai pihak, anggaran yang sudah dikomunikasikan untuk penanganan kekeringan, khususnya dropping air bersih, mencapai sekitar Rp275 juta,” jelasnya.
Selain menyiapkan anggaran, BPBD juga terus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Pemetaan dilakukan berdasarkan data kejadian pada tahun-tahun sebelumnya serta kondisi sumber air yang tersedia di masing-masing daerah.
Berdasarkan data BPBD, pada dua tahun lalu terdapat 64 desa yang menerima bantuan droping air bersih akibat kekeringan. Namun pada tahun 2025 tidak ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.
Luthfi menegaskan, hingga saat ini stok air bersih di berbagai sumber air masih mencukupi. Armada distribusi dan pasokan air juga dipastikan siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
“Sampai saat ini stok air di desa-desa masih mencukupi. Kalau ada permintaan dropping, pasokan air pun masih ready semuanya,” katanya.
BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air di lapangan. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan tidak separah tahun-tahun sebelumnya.
Ketersediaan air di waduk maupun sumber air lainnya dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
“Kalau melihat kondisi saat ini dan informasi dari BMKG, untuk kebutuhan air sampai akhir tahun insyaallah masih cukup,” pungkasnya. (noe)
Editor : Abdul Rochim