UIN Sunan Kudus Kukuhkan Guru Besar ke-16, Prof. Kisbiyanto Teguhkan Integritas Pendidikan


KUDUS - Pengukuhan guru besar ke-16 di Kudus menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam dunia pendidikan.
Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar Senin (22/6), Prof. Kisbiyanto resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Islam.
Prosesi yang berlangsung di Laboratorium Terpadu kampus itu menjadi tonggak baru dalam penguatan tradisi akademik sekaligus menambah jajaran profesor aktif.
Pengukuhan ini juga menandai langkah penting dalam pengembangan keilmuan dan kualitas kelembagaan perguruan tinggi Islam di Kudus.
Dalam orasi ilmiahnya, Kisbiyanto mengangkat tema Integrity Based Behavior Management (IBBM), sebuah konsep yang menempatkan integritas sebagai basis utama tata kelola pendidikan Islam yang berdampak dan berkelanjutan.
Menurutnya, integritas tidak boleh hanya lahir karena pengawasan eksternal seperti aturan atau kamera pengawas, tetapi harus tumbuh dari kesadaran pribadi.
Dengan begitu, perilaku baik menjadi bagian dari karakter, bukan sekadar kepatuhan situasional.
“Kalau kita jujur hanya karena ada CCTV, atau tidak korupsi karena ada yang melihat, itu belum sepenuhnya jujur. Kebaikan harus dilakukan karena kesadaran dari dalam diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak persoalan dalam tata kelola pendidikan Islam berakar pada lemahnya integritas sumber daya manusia.
Mulai dari rendahnya pemahaman manajemen, pengelolaan anggaran yang belum transparan, hingga munculnya berbagai bentuk penyimpangan, semuanya tidak lepas dari kualitas moral pengelolanya.



