KUDUS – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus mewisuda 1.469 lulusan dalam Wisuda ke-41 Program Sarjana dan Wisuda ke-23 Program Magister periode Juli 2026, Kamis (16/7).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Abdurrahman Kasdi menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moderasi beragama dan kearifan lokal.
Prosesi wisuda dilaksanakan dalam dua sesi berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN Sunan Kudus Nomor 607 Tahun 2026 tentang Wisudawan/Wisudawati, Wisudawan Terbaik, dan Wisudawan Berprestasi Tahfidz Alquran.
Baca Juga: Komisi D Kudus Sidak SD 5 Hadipolo: Anak Sekolah Baru Jam 11.00 Sudah Minta Pulang Ngamen
Dari total lulusan, sebanyak 1.419 orang merupakan Program Sarjana dan 50 lainnya Program Magister.
Pada sesi pertama, sebanyak 792 wisudawan berasal dari Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Program Magister.
Sementara sesi kedua diikuti 577 wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Abdurrahman Kasdi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan beserta keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan hingga berhasil menyelesaikan studi.
"Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan para orang tua. Ini adalah berkah karena UIN Sunan Kudus kembali meluluskan generasi terbaik," ujarnya.
Menurutnya, para lulusan kini memasuki fase baru yang penuh tantangan.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut alumni memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di berbagai bidang.
Meski demikian, Prof. Abdurrahman mengingatkan agar para lulusan tetap memegang teguh nilai moderasi beragama, toleransi, dan kearifan lokal yang menjadi karakter khas UIN Sunan Kudus.
Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah, UIN Sunan Kudus memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap para wisudawan menjadi tulang punggung transformasi bangsa di masa depan. Jadilah alumni yang membawa keberkahan dan jangan pernah berhenti belajar. Wisuda bukan akhir, tetapi awal memasuki universitas kehidupan," tegasnya.
Selain memberikan pesan kepada para lulusan, rektor juga menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembukaan Program Doktor sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan tinggi.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para lulusan selama menempuh pendidikan dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran sepanjang hayat sehingga mampu menjawab tantangan zaman sekaligus berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan masyarakat. (*/him)