Nasional Pati Jateng Kudus Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Usulan Tambah Rombel SRMA 18 Blora Ditolak, Siswa Baru Dititipkan ke Rembang

Eko Santoso • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:48 WIB

BESAR: Gedung Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora.  (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
BESAR: Gedung Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Upaya menambah satu rombongan belajar (rombel) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Penolakan tersebut membuat seluruh siswa baru angkatan 2026/2027 kembali dititipkan di Sekolah Rakyat Rembang karena keterbatasan kuota dan fasilitas di Blora.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Blora mengusulkan penambahan rombel lantaran masih banyak anak putus sekolah yang belum tertampung di program Sekolah Rakyat.

Baca Juga: SENGKETA Lahan Tambang di Sendangharjo Blora, Telusuri Riwayat Kepemlikian Lahan

Namun, Kemensos menegaskan kuota setiap Sekolah Rakyat telah ditetapkan sejak awal sehingga tidak dapat ditambah.

Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum mengatakan, pengajuan penambahan rombel tidak disetujui karena setiap sekolah telah memiliki pagu peserta didik yang ditentukan pemerintah pusat.

"Tidak di-ACC karena setiap SR sudah memiliki pagu," ujarnya.

Saat ini SRMA 18 Blora masih menghadapi keterbatasan sarana. Seluruh aktivitas belajar mengajar dan asrama masih memanfaatkan 14 ruangan yang telah digunakan oleh 50 siswa angkatan pertama.

Kondisi tersebut membuat sekolah tidak memiliki ruang yang cukup untuk menerima siswa baru.

Akibatnya, sebanyak satu rombel atau 30 siswa angkatan 2026/2027 akan ditempatkan sementara di Sekolah Rakyat Rembang.

Namun, proses pemindahan belum dilakukan karena gedung di Rembang masih dalam tahap persiapan.

"Rencananya siswa diberangkatkan pada 31 Juli 2026," jelas Tri Yuli.

Persiapan kebutuhan siswa baru juga mulai dilakukan. Pengukuran seragam telah dilaksanakan melalui ground checking oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Seluruh kebutuhan peserta didik nantinya akan dikoordinasikan oleh tim transisi di Sekolah Rakyat Rembang.

Setelah menempati asrama di Rembang, para siswa dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memulai kegiatan belajar. (tos)



Editor : Abdul Rochim
SRMA 18 Blora Sekolah Rakyat Rembang rombel SRMA Sekolah Rakyat blora kemensos ri