Perkuat Upaya Wujudkan Nol Anak Putus Sekolah, Grobogan Tempuh Program Ini


GROBOGAN – Komitmen menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Grobogan semakin diperkuat melalui pengukuhan Gerakan Grobogan Zero Anak Putus Sekolah (GAZPOL).
Berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD, pegiat pendidikan, organisasi kepemudaan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat, menyatakan dukungan dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL di Rumah Kedelai Grobogan, Minggu (12/7).
Mengusung tema Memperluas Akses Pendidikan melalui PKBM sebagai Upaya Strategis Pencegahan Putus Sekolah, kegiatan tersebut menjadi wadah merumuskan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan.
Baca Juga: Hanya Dapat Tiga Murid Baru, SDN 2 Karanganyar Geyer Grobogan Tetap Semangat Gelar MPLS
Terutama bagi anak-anak yang tidak dapat menyelesaikan sekolah melalui jalur formal.
Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. DPRD, kata dia, akan terus mendorong kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada perluasan akses pendidikan.
Termasuk memperkuat peran PKBM sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan formal.
Menurutnya, Gerakan GAZPOL yang diinisiasi PC IPNU, IPPNU, dan PMII harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Semakin luas akses pendidikan yang tersedia, semakin besar peluang menekan angka anak putus sekolah di Grobogan.
Pegiat pendidikan Puji Astutik menyebut PKBM telah menjadi kesempatan kedua bagi masyarakat untuk kembali memperoleh pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa persoalan anak putus sekolah bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi muda yang harus diselamatkan.



