Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkuat Upaya Wujudkan Nol Anak Putus Sekolah, Grobogan Tempuh Program Ini

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
BERIKAN ARAHAN — Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona dalam acara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat menyatukan komitmen dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL (Grobogan Zero Anak Putus Sekolah) yang digelar di Rumah Kedelai Grobogan.
BERIKAN ARAHAN — Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona dalam acara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat menyatukan komitmen dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL (Grobogan Zero Anak Putus Sekolah) yang digelar di Rumah Kedelai Grobogan.

Advertisement

GROBOGAN – Komitmen menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Grobogan semakin diperkuat melalui pengukuhan Gerakan Grobogan Zero Anak Putus Sekolah (GAZPOL). 

Berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD, pegiat pendidikan, organisasi kepemudaan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat, menyatakan dukungan dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL di Rumah Kedelai Grobogan, Minggu (12/7).

Mengusung tema Memperluas Akses Pendidikan melalui PKBM sebagai Upaya Strategis Pencegahan Putus Sekolah, kegiatan tersebut menjadi wadah merumuskan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan.

 Terutama bagi anak-anak yang tidak dapat menyelesaikan sekolah melalui jalur formal.

Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. DPRD, kata dia, akan terus mendorong kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada perluasan akses pendidikan.

Advertisement

 Termasuk memperkuat peran PKBM sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan formal.

Menurutnya, Gerakan GAZPOL yang diinisiasi PC IPNU, IPPNU, dan PMII harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Semakin luas akses pendidikan yang tersedia, semakin besar peluang menekan angka anak putus sekolah di Grobogan.

Pegiat pendidikan Puji Astutik menyebut PKBM telah menjadi kesempatan kedua bagi masyarakat untuk kembali memperoleh pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa persoalan anak putus sekolah bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi muda yang harus diselamatkan.

Advertisement

Artikel Terkait

Hanya Dapat Tiga Murid Baru, SDN 2 Karanganyar Geyer Grobogan Tetap Semangat Gelar MPLS

Hanya Dapat Tiga Murid Baru, SDN 2 Karanganyar Geyer Grobogan Tetap Semangat Gelar MPLS

SDN 2 Karanganyar, Geyer, Grobogan hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Meski minim siswa, sekolah tetap semangat menggelar MPLS dan memastikan layanan pendidikan berjalan optimal.

Kelurahan Kuripan di Grobogan Genjot Pembayaran PBB-P2 Lewat Pos Keliling

Kelurahan Kuripan di Grobogan Genjot Pembayaran PBB-P2 Lewat Pos Keliling

GROBOGAN – Capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, masih tertahan pada paruh pertama 2026.  Tak ingin target meleset, pemerintah kelurahan memilih turun l

68 Randis Pemkab Grobogan Disiapkan Lelang, Tertua Tahun 1992

68 Randis Pemkab Grobogan Disiapkan Lelang, Tertua Tahun 1992

GROBOGAN – Sebanyak 68 kendaraan dinas operasional milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan diusulkan untuk dilelang pada 2026.  Saat ini, Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) masih memata

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer