Tiga Siswa Korban Keracunan MBG di Pati Pulang, Kondisi Mulai Membaik

Abdul Rochim • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

 

Sejumlah siswa di Pati dievakuasi ke rumah sakit karena keracunan MBG. (ANDRE F/RADAR PATI)
Sejumlah siswa di Pati dievakuasi ke rumah sakit karena keracunan MBG. (ANDRE F/RADAR PATI)

PATI – Kondisi korban keracunan massal yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati mulai menunjukkan perkembangan positif.

Tiga siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap di rumah sakit telah diperbolehkan pulang pada Minggu (13/9).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati Sugiono membenarkan adanya pasien yang dipulangkan setelah kondisinya membaik.

“Rencana pulang sore ini. Dua pasien dari RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) dan satu pasien dari RS Mitra Bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Pati Bikin Wali Murid Trauma, Minta Mekanisme Diubah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, total korban dalam insiden tersebut mencapai 424 orang.

Sebelum tiga pasien dipulangkan, masih terdapat 12 korban yang menjalani rawat inap.

Mereka terdiri atas delapan pasien di RS KSH, tiga pasien di RS Mitra Bangsa, dan satu pasien di RS Fastabiq Sehat.

Selain itu, sebanyak 127 korban lainnya masih menjalani perawatan secara rawat jalan.

Penurunan jumlah pasien rawat inap juga terlihat di RS Mitra Bangsa. Rumah sakit tersebut secara keseluruhan menangani 50 korban.

Sebanyak 32 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan 18 lainnya sempat membutuhkan perawatan inap.

Dengan adanya pasien yang diperbolehkan pulang, jumlah korban yang masih menjalani rawat inap terus berkurang.

Gejala Baru Muncul Sehari Kemudian

Salah satu orang tua korban, Sunardi, mengaku lega setelah kondisi anaknya membaik dan mendapat izin pulang dari dokter.

Ia menceritakan, gejala yang dialami putrinya ternyata tidak langsung muncul ketika insiden terjadi.

Saat sekolah memulangkan siswa lebih awal, kondisi anaknya masih terlihat normal.

Namun, situasi berubah ketika gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan baru dirasakan pada hari berikutnya.

Hal tersebut sempat membuat keluarga panik hingga akhirnya anaknya mendapat penanganan medis.

Sunardi berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia meminta pengawasan terhadap proses penyediaan makanan diperketat sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Penyebab Keracunan Masih Ditelusuri

Meski kondisi sebagian besar korban berangsur membaik, Pemkab Pati masih mempertahankan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Status tersebut baru akan dicabut setelah seluruh korban yang masih mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, penyebab pasti insiden keracunan belum diketahui.

Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dilakukan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Balai Labkesmas) Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Kasus tersebut berdampak pada sejumlah kelompok masyarakat di Kecamatan Gembong.

Korban tercatat berasal dari SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, MTs Manbaul Ulum Gembong, SDN 3 Gembong, hingga balita yang mengikuti kegiatan di Posyandu Anggrek.(*)

Editor : Abdul Rochim
keracunan MBG Pati KLB Pati korban keracunan Pati siswa keracunan MBG Makan Bergizi Gratis