Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertukaran Pelajar Lokal di Kudus Dilirik Daerah Lain

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
PERTUKARAN PELAJAR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meresmikan program pertukaran pelajar lokal beberapa waktu lalu. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
PERTUKARAN PELAJAR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meresmikan program pertukaran pelajar lokal beberapa waktu lalu. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

Advertisement

KUDUS – Program pertukaran pelajar lokal yang digagas Pemerintah Kabupaten Kudus mulai mendapat perhatian dari daerah lain. Salah satunya Kota Salatiga yang tertarik untuk menerapkan program serupa.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya memberikan pengalaman belajar berbeda bagi peserta didik.

Konsep pertukaran pelajar lokal juga terus dikembangkan berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya.

Advertisement

Pada batch kedua tahun ajaran 2026/2027, durasi pertukaran diperpanjang menjadi dua pekan. Sebelumnya, kegiatan tersebut hanya berlangsung selama satu pekan.

Menurut Sam’ani, penambahan durasi tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan program, termasuk menindaklanjuti masukan dari para siswa.

Advertisement

Sekolah yang terlibat dalam program juga telah dipetakan. Selain siswa, guru turut mengikuti pertukaran untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran dari sekolah tujuan.

Program pertukaran pelajar dan guru lokal batch 2 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tersebut telah selesai. Penarikan peserta dari sekolah tujuan dilakukan pada Agustus 2026, setelah kegiatan berlangsung selama dua pekan sejak 27 Juli 2026.

Total terdapat 290 pelajar dan 62 guru yang mengikuti program. Rinciannya, 210 siswa berasal dari 33 SD dan 80 siswa dari 20 SMP. Sementara itu, peserta guru berjumlah 62 orang yang berasal dari 31 SMP di Kabupaten Kudus.

Sam’ani mengatakan, Pemkab Kudus terbuka jika daerah lain ingin mempelajari konsep pertukaran pelajar lokal tersebut. Kota Salatiga, salah satunya, dapat datang langsung ke Kudus untuk melihat pelaksanaan program sekaligus berdiskusi mengenai penerapannya.

”Ya, kalau bisa pendidikan di Kudus ini menjadi pioner daerah-daerah lain. Salah satunya program pertukaran lokal dan guru yang dilakukan di Kudus,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Pembelajaran Koding dan Kecerdasar Aritifisial di Kudus Direplikasi Nasional

Pembelajaran Koding dan Kecerdasar Aritifisial di Kudus Direplikasi Nasional

Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di Kudus akan direplikasi secara nasional. Program tersebut menjangkau ribuan guru dan siswa serta mencatat kenaikan skor berpikir komputasional dari 34,52 menjadi 88,34.

Stadion Wergu Wetan Kudus Bakal Dilengkapi Lampu Antibayang, Tribun Tampung 8.116 Penonton

Stadion Wergu Wetan Kudus Bakal Dilengkapi Lampu Antibayang, Tribun Tampung 8.116 Penonton

Stadion Wergu Wetan Kudus disiapkan dengan lampu FOP antibayang, scoreboard LED, serta tribun berkapasitas 8.116 penonton. Fasilitasnya dirancang mendukung pertandingan sepak bola malam hari.

PSMS Medan Vs Persiku Kudus: Modal Pemain Asing dan Poin Minus Jadi Motivasi Macan Muria

PSMS Medan Vs Persiku Kudus: Modal Pemain Asing dan Poin Minus Jadi Motivasi Macan Muria

Persiku Kudus menghadapi PSMS Medan pada laga tandang perdana Liga 2, Sabtu (19/9). Kehadiran Ivan dan Willian Coreira menjadi tambahan amunisi Persiku yang berusaha bangkit dari poin minus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer