
PATI – Badan Gizi Nasional (BGN) bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati.
Sebanyak 172 dapur yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperiksa menyusul terjadinya kasus dugaan keracunan.
Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan prosedur penyediaan makanan sesuai standar.
Baca Juga: Wakil BGN Jenguk Siswa di Rembang, Menu Melon Disorot dalam Evaluasi Dugaan Keracunan MBG
Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola yang terus dilakukan BGN.
“Semenjak kepemimpinan yang baru, kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola, kemudian menyiapkan dapur-dapur ini dengan baik. Namun, di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus,” ujar Trenggono, Kamis (10/9).
BGN menegaskan tidak akan membiarkan SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar keamanan pangan tetap beroperasi. Dapur yang bermasalah dapat dikenai penghentian operasional atau suspend.
“SPPG seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas di-suspend. Mungkin kalau dapurnya jelek, suspend permanen. Itu sudah komitmen kita di BGN,” tegasnya.
Pemkab Pati Turun Langsung
Pemkab Pati juga akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh SPPG yang tersebar di wilayah kabupaten.
Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan pengecekan lapangan akan dilakukan mulai pekan depan.
Menurut Chandra, pemeriksaan tidak hanya menyasar kondisi bangunan dan fasilitas dapur. Kapasitas produksi masing-masing SPPG juga akan menjadi perhatian.




