Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Kudus Siapkan Gerakan Pangan Murah Masuk Kecamatan, Ini Targetnya

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:56 WIB

ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS
PANGAN MURAH: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membeli beberapa produk dari stan UMKM yang mengikuti GPM di depan kantor Dispertan Kudus.

PANGAN MURAH: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membeli beberapa produk dari stan UMKM yang mengikuti GPM di depan kantor Dispertan Kudus. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga ke seluruh kecamatan.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Rencana itu disampaikan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menghadiri Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus di halaman kantor dinas setempat, Jumat (10/7).

Baca Juga: Dana Desa di Kudus Menyusut, Pemdes hanya Prioritaskan Program Ini

Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati masyarakat yang berburu kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga aneka produk olahan UMKM dijual dengan harga lebih terjangkau.

Di sela kegiatan, Sam'ani berkeliling mengunjungi stan para pelaku UMKM.

Ia membeli sejumlah produk lokal kemudian membagikannya kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha sekaligus membantu masyarakat.

Sam'ani mengatakan, kondisi ekonomi global dan nasional, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), turut memengaruhi harga sejumlah kebutuhan pokok.

Karena itu, Gerakan Pangan Murah rutin digelar setiap bulan sebagai salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat.

"Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus setiap bulan, setiap Jumat kedua, bertujuan menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah," ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan akses pangan murah bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi di Kabupaten Kudus.

Selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, pelaksanaan GPM juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keterlibatan UMKM diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

"Untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengikutsertakan UMKM dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar dampak ekonomi yang hadir semakin luas," tambahnya.

Ke depan, Pemkab Kudus akan mengkaji pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara bergilir di setiap kecamatan.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu datang ke pusat kota untuk memperoleh bahan pangan murah.

"Kami tengah mengkaji pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di kecamatan-kecamatan secara bergantian agar pasar lebih dekat dengan masyarakat," kata Sam'ani.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus juga dilibatkan untuk melakukan penelitian mengenai efektivitas Gerakan Pangan Murah. Hasil riset itu nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

Perwakilan Dema UIN Sunan Kudus, Muhammad Prasetyono, mengatakan pihaknya akan mengkaji sejauh mana program tersebut mampu menjaga stabilitas harga pangan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin mengetahui seberapa efektif gerakan pangan murah ini terhadap stabilitas harga pangan. Selain itu, kami juga akan memberikan rekomendasi mengenai hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun ditingkatkan," ujarnya. (dik/him)

 

 
 
Editor : Abdul Rochim
Sam'ani Intakoris Gerakan Pangan Murah Kudus harga pangan Kudus inflasi Kudus umkm kudus