KUDUS – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha di Kabupaten Kudus.
Salah satu yang terdampak adalah usaha roastery kopi yang mengalami kerugian akibat proses produksi terganggu saat listrik mendadak padam.
Pemilik NO 8 Coffee, Imam Kurniawan, mengaku mengalami kerugian setelah proses roasting kopi gagal karena pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Menurutnya, proses pemanggangan kopi harus berlangsung secara berkelanjutan tanpa jeda.
Baca Juga: BERBURU MURID BARU: Tiga SMP Negeri Satu Atap di Kudus Buka SPMB secara Offline
Ketika listrik padam saat proses berlangsung, kualitas kopi langsung menurun dan tidak dapat dipasarkan sebagai produk utama.
Ia menyebut hampir 30 kilogram kopi gagal diproduksi sesuai standar.
Kopi yang terdampak terpaksa diproses ulang dan dijual dengan kualitas lebih rendah. Dari tiga batch produksi yang terdampak, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp6 juta.
Selain mengganggu proses produksi, pemadaman listrik juga berdampak pada operasional kedai kopi.
Matinya listrik menyebabkan mesin espresso dan pendingin ruangan tidak dapat beroperasi.
Padahal waktu pemadaman sering terjadi pada jam-jam ramai pelanggan, yakni sekitar pukul 09.00 hingga 14.00 dengan durasi mencapai tiga jam.
Imam memperkirakan kehilangan potensi penjualan sekitar Rp1,2 juta setiap kali pemadaman terjadi pada jam operasional tersebut.
Karena itu, ia berharap PLN dapat lebih transparan dan memberikan informasi lebih awal kepada pelanggan agar pelaku usaha dapat menyesuaikan jadwal produksi maupun operasional.
Keluhan serupa juga disampaikan fotografer freelance Ahmad Muannam.
Ia mengaku pekerjaannya terganggu karena listrik padam saat sedang mengedit dan mengirim hasil foto kepada klien. Akibatnya, tenggat waktu pengiriman pekerjaan harus mundur.
Menurutnya, pemberitahuan lebih awal mengenai jadwal pemadaman sangat penting agar masyarakat dan pelaku usaha dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
Para pelaku usaha berharap PLN meningkatkan transparansi informasi sehingga aktivitas ekonomi dan pekerjaan masyarakat tidak terganggu secara mendadak. (gal)
Editor : Abdul Rochim