KUDUS, RADARPATI.ID — Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus mencatat ada 20 pelaku usaha di Kudus yang berpotensi ekspor pada 2024.
Usaha yang berpotensi tersebut, bergerak di produk unggulan makanan-minuman, kerajinan, fashion, hingga bordir.
Mereka akan difasilitasi oleh Disnaker Perinkop dan UKM bersama Kantor Bea Cukai untuk bisa melakukan ekspor produk ke berbagai negara.
Agar, produk-produk lokal Kudus bisa merambah ke pasar global untuk mendongkrak UMKM naik kelas.
Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, sejauh ini sudah ada 15 pelaku UMKM dari total 18.277 UMKM di Kudus, yang sudah melakukan ekspor produk.
”Di awal 2024 ini, kami memproyeksikan ada 20 UMKM untuk melakukan ekspor, sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah agar mendapatkan fasilitasi dari kami dan Kantor Bea Cukai dalam proses ekspor produk,” jelasnya.
Ditambahkan, dengan catatan, pelaku usaha harus sudah melengkapi semua proses perizinan produk hingga legalitas usaha.
Nantinya, mereka diberikan arahan terkait ketentuan-ketentuan yang mendukung ekspor.
Meliputi, kualitas produk, packaging yang menarik, serta daya tahan produk dengan batas expired yang telah ditentukan, khususnya produk makanan dan minuman.
Rini menambahkan, saat ini kurang lebih ada 18.277 UMKM di Kudus, yang sudah ekspor sekitar 15 UMKM.
Untuk yang berpotensi ekspor tahun ini ada 20 UMKM, ini akan digarap dengan serius.
Pihaknya, berupaya memberikan fasilitasi yaitu mempertemukan pihak penjual dengan sasaran pembeli.
Juga membantu ketersediaan buyer yang sesuai dengan produk yang dipasarkan.
Sekaligus, mengoptimalkan ketersediaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai negara untuk membantu pemasaran produk ke manca negara.
”Kami punya data PMI yang bekerja di luar negeri. Kami gandeng untuk membantu pemasaran produk, bentuk sinergi dengan PMI di luar negeri,” ujarnya.
Disnaker Perinkop dan UKM menggandeng Kantor Bea Cukai, serta beberapa OPD dalam rangka kurasi produk.
Diantaranya legalitas usaha, izin produk, dan kebutuhan ekspor lainnya. Ia juha mengatakan, kantor Bea Cukai juga siap membantu pengiriman produk ke luar negeri melalui Kantor Pos.
Termasuk bekerjasama dengan pihak perbankan untuk mempermudah proses transaksi ekspor.
”Yang jadi kendala saat ini adalah menemukan buyer dan biaya. Ini yang menjadi PR kita bersama agar ada solusinya.
Untuk soal kualitas produk, packaging dan lain-lain sudah bagus,” imbuhnya. (san/him)