JEPARA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling sejak Senin malam hingga Selasa pagi (22–23/6) memicu sedikitnya lima titik tanah longsor di Desa Klepu dan Desa Damarwulan.
Longsor terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari area permukiman warga hingga akses jalan penghubung menuju Tempur.
Tingkat kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai kategori ringan hingga sedang.
Salah satu longsor terjadi di rumah milik Panuri, warga Dukuh Kauman, Desa Klepu.
Tebing di sekitar rumahnya ambrol dengan lebar sekitar 3 hingga 5 meter dan tinggi mencapai 10 meter.
Baca Juga: YES! Kentrung Resmi Masuk FTBI Jepara, Regenerasi Seniman Tradisi Mulai Terbentuk
Kemiringan tebing yang mencapai sekitar 75 derajat membuat lokasi tersebut rawan longsor susulan.
Selain itu, longsor juga terjadi di samping rumah milik Suwanto, warga Dukuh Medono, Desa Damarwulan.
Petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan potensi ancaman yang dapat ditimbulkan.
Di Desa Damarwulan, dua titik longsor lainnya dilaporkan terjadi di wilayah Dukuh Dodol.
Kedua kejadian tersebut masuk kategori longsor ringan hingga sedang.
Sementara itu, material longsoran juga menutup sebagian jalur penghubung Damarwulan–Tempur di Dukuh Kajang.
Lokasi tersebut sebelumnya pernah mengalami longsor, sehingga kejadian terbaru berpotensi mengganggu mobilitas warga menuju kawasan wisata dan permukiman Tempur.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan upaya mitigasi.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara Moh Ali Wibowo mengatakan petugas masih melakukan pembersihan material longsor di sejumlah titik terdampak.
"Masih proses pembersihan," ujarnya singkat.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, potensi longsor susulan masih dapat terjadi apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah Keling dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. (fik)