GROBOGAN – Dampak musim kemarau mulai meluas di Kabupaten Grobogan.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 18 desa di delapan kecamatan terpantau terdampak kekeringan, sementara jumlah desa yang mengajukan bantuan air bersih terus bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat sekitar 40 desa telah mengajukan permohonan distribusi air bersih.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai hasil asesmen dan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Masuk Tahap Dua Pembangunan PSEL Nasional, DLH Grobogan Ditarget Pasok 600 Ton Sampah per Hari
Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Dharmawanto mengatakan, meningkatnya kebutuhan air bersih seiring puncak musim kemarau menyebabkan permintaan bantuan terus bertambah.
"Permohonan bantuan terus meningkat seiring meluasnya dampak kekeringan. Saat ini sudah sekitar 40 desa mengajukan dropping air bersih dan penyalurannya dilakukan secara bertahap," ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD telah mendistribusikan air bersih ke 14 desa dan kelurahan di delapan kecamatan, di antaranya Kecamatan Grobogan, Toroh, Wirosari, Kedungjati, dan Purwodadi.
Wilayah yang telah menerima bantuan meliputi Kelurahan Grobogan, Putatsari, Desa Depok, Tunggak, Gedangan, Kedungjati, Ngembak, Warukaranganyar, serta Kelurahan Kalongan dan Purwodadi.
Menurut Wahyu, sebanyak 18 desa telah masuk dalam pemantauan karena berpotensi mengalami krisis air bersih.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat puncak musim kemarau diprediksi berlangsung beberapa bulan ke depan.
BPBD melakukan verifikasi lapangan sebelum menyalurkan bantuan agar distribusi air bersih tepat sasaran. Seluruh armada truk tangki milik BPBD juga disiagakan untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
"Kami mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila mulai terjadi kesulitan air bersih. Dengan laporan yang cepat, kami bisa segera melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan," jelas Wahyu.
BPBD Grobogan memastikan seluruh personel dan armada tetap siaga selama musim kemarau 2026.
Selain mendistribusikan air bersih, petugas juga terus memantau wilayah-wilayah rawan kekeringan untuk mengantisipasi meluasnya krisis air bersih di Kabupaten Grobogan. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim