Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Hanya Dapat Tiga Murid Baru, SDN 2 Karanganyar Geyer Grobogan Tetap Semangat Gelar MPLS

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

SEPI PEMINAT: MPLS di SDN 2 Karanganyar, Kecamatan Geyer, Grobogan, hanya diikuti tiga siswa kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)
SEPI PEMINAT: MPLS di SDN 2 Karanganyar, Kecamatan Geyer, Grobogan, hanya diikuti tiga siswa kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)

GROBOGAN – SD Negeri 2 Karanganyar, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. 

Meski jumlah peserta didik baru sangat minim, sekolah yang berada di perbatasan Grobogan dengan Kabupaten Sragen itu tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik.

Ketiga siswa yang diterima seluruhnya berasal dari Dusun Wani, Desa Karanganyar.

Baca Juga: Stigma "Sekolah Kampung Sosial" Bikin SD 5 Hadipolo di Kudus Sepi Peminat, Tahun Ini Hanya Terima Tiga Murid Baru

Padahal, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaring calon peserta didik, termasuk mendatangi masyarakat secara langsung. 

Namun, hingga masa penerimaan siswa berakhir, hanya tiga anak yang resmi mendaftar.

Kepala SDN 2 Karanganyar, Towaf, mengatakan kondisi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya sekolah masih menerima siswa dari dua dusun, yakni Dusun Wani dan Dusun Jurug.

"Tahun ini memang jumlah anak usia sekolah sangat sedikit. Sebagian memilih masuk MI (Madrasah Ibtidaiyah)," ujarnya.

Selain itu, anak-anak dari Dusun Pule, Desa Denanyar, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, yang lokasinya berdekatan dengan sekolah, kini lebih banyak bersekolah di wilayah Kabupaten Sragen.

Menurut Towaf, minimnya jumlah peserta didik baru juga dipengaruhi perubahan demografi.

Jumlah anak usia 6 hingga 7 tahun di wilayah tersebut terus menurun sebagai dampak keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan sejak beberapa dekade lalu.

Meski hanya memiliki tiga murid baru, SDN 2 Karanganyar dipastikan tidak masuk dalam rencana regrouping sekolah.

Lokasinya yang berada di kawasan terpencil membuat keberadaan sekolah masih sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

Sementara itu, Guru Kelas I SDN 2 Karanganyar, Titik Wijayanti, mengaku harus menyesuaikan metode pembelajaran selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengajar hanya tiga siswa menjadi pengalaman baru baginya.

"Kalau muridnya banyak tentu suasananya lebih ramai. Sekarang justru menjadi tantangan bagaimana membuat tiga anak ini tetap antusias dan menikmati hari-hari pertama mereka di sekolah," katanya.

Selama lima hari MPLS, ketiga murid dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan, seperti perkenalan, permainan ice breaking, bernyanyi bersama, berbagi cerita tentang pengalaman hari pertama sekolah, hingga mengenal ruang kelas dan fasilitas sekolah.

Meski hanya diikuti tiga peserta didik, pihak sekolah berharap suasana belajar yang hangat dan pendampingan yang lebih intensif mampu membuat para siswa baru cepat beradaptasi dan semangat menempuh pendidikan dasar. (int)

 

Editor : Abdul Rochim
MPLS 2026 SDN 2 Karanganyar murid baru Grobogan sekolah minim siswa Geyer Grobogan