GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi memulai implementasi Smart Public Safety Center (PSC) 119, Selasa (23/6).
Program hasil hibah kerja sama dengan National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan dan PT Beomho itu disiapkan untuk mempercepat layanan kedaruratan melalui integrasi teknologi, data, dan koordinasi lintas instansi.
Kepala Bapperida Grobogan Afi Wildani mengatakan, Smart PSC 119 merupakan pengembangan dari layanan PSC 119 yang selama ini telah berjalan.
Sistem baru tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat panggilan darurat, tetapi juga menjadi ekosistem respons berbasis data.
"Smart PSC 119 mengintegrasikan AVAYA 119, SIAP PSC, data jejaring layanan kesehatan, hingga sistem Kementerian Kesehatan agar penanganan darurat menjadi lebih cepat dan terkoordinasi," ujarnya.
Selain integrasi sistem, pengembangan juga meliputi pemasangan GPS pada ambulans untuk pemantauan secara real time, pemanfaatan CCTV dan command center, monitoring korban pascakecelakaan, standarisasi SOP jejaring, serta evaluasi layanan berbasis data.
Menurut Afi, pengembangan Smart PSC 119 menjadi bagian dari implementasi RPJMD Kabupaten Grobogan 2025–2029, program Smart City, dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Tujuannya menghadirkan layanan publik yang modern sekaligus meningkatkan kualitas respons terhadap kondisi darurat.
Urgensi program itu didukung tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Grobogan. Dalam tiga tahun terakhir tercatat 1.034 kejadian pada 2023, meningkat menjadi 1.148 kejadian pada 2024, dan sebanyak 1.068 kejadian pada 2025.
Korban meninggal dunia masing-masing mencapai 81 orang, 175 orang, dan 157 orang.
Pemkab juga memetakan sedikitnya 25 kawasan rawan kecelakaan, 10 kawasan sangat rawan, serta 10 titik black spot yang menjadi prioritas penanganan melalui sistem Smart PSC 119.
Saat ini layanan PSC 119 SI SIGAP Grobogan telah menangani 733 layanan sepanjang 2025 dengan dukungan satu ambulans gawat darurat, dua ambulans transportasi, 13 personel, serta jejaring 30 puskesmas, tiga rumah sakit pemerintah, sembilan rumah sakit swasta, PMI, dan organisasi sosial.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan personel, belum terintegrasinya sistem layanan, hingga belum tersedianya pemantauan CCTV dan GPS ambulans secara menyeluruh.
Afi menegaskan, Smart PSC 119 diharapkan mampu menghadirkan layanan darurat yang lebih cepat, koordinasi yang lebih efektif, rujukan pasien yang lebih tepat, sekaligus mendukung terwujudnya Grobogan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
"Program unggulan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, aman, dan berbasis teknologi," pungkasnya. (int)
Editor : Admin