Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Melihat Perjalanan Sosok Dewi Adi Astuti asal Grobogan di Puteri Kebaya Indonesia 2026: Konstribusi Pelestarian Budaya

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26 WIB
Dewi Adi Astuti. (DOK PRIBADI)
Dewi Adi Astuti. (DOK PRIBADI)

RADAR PATI - Perjalanan Dewi Adi Astuti di ajang Puteri Kebaya Indonesia 2026 menjadi pengalaman membanggakan. 

Ajang bergengsi ini juga memperkaya pemahamannya tentang makna kebaya sebagai warisan budaya bangsa.

INTAN MAYLANI SABRINA, Grobogan

PEREMPUAN asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, itu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga akhirnya berhasil meraih penghargaan Best Kebaya Glamour Indonesia 2026.

Baca Juga: SOSOK Toni Haryanto, Pewaris Yopia yang Mengabdi Lestarikan Seni Barongsai Lewat Anak-Anak SD di Lasem Rembang

Perjalanan dimulai pada 1 Juli 2026 saat Dewi menghadiri Intimate Gala Dinner, agenda pembuka yang mempertemukan seluruh finalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasana hangat yang tercipta menjadi awal terjalinnya kebersamaan sekaligus membuka rangkaian karantina menuju malam puncak.

Selama dua hari berikutnya, 2–3 Juli 2026, Dewi menjalani masa karantina di Jogjakarta Merapi Merbabu Hotel.

Berbagai kegiatan dijalani, mulai dari pembekalan, pelatihan, pengembangan kepribadian, latihan penampilan, hingga sesi kebersamaan dengan para finalis.

Bagi Dewi, setiap materi yang diberikan bukan hanya menjadi bekal untuk tampil di atas panggung.

Tapi juga mengajarkan arti disiplin, tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta pentingnya membawa kebaya dengan penuh rasa bangga sebagai identitas perempuan Indonesia.

Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat mengikuti city tour ke Candi Prambanan.

Mengenakan kebaya di salah satu situs warisan budaya dunia memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.

Di tengah kemegahan Candi Prambanan, Dewi merasakan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol keanggunan, identitas, dan kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga serta dikenalkan kepada generasi muda.

"Pemandangan Candi Prambanan dengan kebaya yang kami kenakan menjadi momen yang sangat berkesan. Saya semakin memahami bahwa kebaya memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan menjadi bagian dari jati diri bangsa," ujarnya.

Puncak perjalanan itu berlangsung pada 4 Juli 2026 dalam malam Grand Final Puteri Kebaya Indonesia 2026.

Dengan penuh rasa syukur, Dewi berhasil menyabet gelar Best Kebaya Glamour Indonesia 2026, sebuah penghargaan yang menjadi bentuk apresiasi atas penampilannya sekaligus kecintaannya terhadap kebaya.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan motivasi untuk terus berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda.

"Ajang ini mengajarkan saya kebaya bukan hanya tentang penampilan, tetapi tentang bagaimana kita menghargai budaya, menjaga warisan leluhur, dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas," katanya.

Di luar dunia pageant, Dewi merupakan sosok yang aktif di bidang pendidikan, seni, dan sosial.

Alumni SMA Negeri 1 Pati itu kini menempuh pendidikan di Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) Semarang, Program Studi Hukum Semester IV.

Kecintaannya terhadap budaya diwujudkan dengan mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian di kampus sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus melestarikan seni dan budaya Indonesia.

Ia juga aktif sebagai Founder Suara Mental Sehat Community, komunitas yang bergerak di bidang edukasi dan kampanye kesehatan mental bagi generasi muda.

Dewi mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari Puteri Kebaya Indonesia 2026.

Baginya, setiap proses yang dijalani, mulai dari karantina hingga grand final, memberikan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam perjalanan hidupnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya bangga mengenakan kebaya, tetapi juga memahami nilai sejarah, filosofi, dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Sebab, di balik setiap helai kain kebaya, tersimpan cerita panjang tentang identitas bangsa yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
pelestarian budaya Dewi Adi Astuti Puteri Kebaya Indonesia 2026 Best Kebaya Glamour Indonesia kebaya