Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Ratusan Petani di Kabupaten Blora Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

Arif Fakhrian Khalim • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45 WIB
Petani di Blora antre BBM bersubsidi belum lama ini. (ARIF F/ RADAR PATI)
Petani di Blora antre BBM bersubsidi belum lama ini. (ARIF F/ RADAR PATI)

BLORA – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora terus mempermudah akses petani terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mendukung aktivitas pertanian. 

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi melalui aplikasi XStar BPH Migas.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Pertanian dan Peternakan DP4 Blora, Sofwan Rifai, mengatakan sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat 701 petani yang mengajukan surat rekomendasi pembelian solar subsidi.

Baca Juga: SUMUR MINYAK RAKYAT Plantungan di Blora: Dulu Kerap Boncos, Kini Sebulan Hasilkan Rp 2,8 M

Selain itu, sebanyak 115 petani mengajukan rekomendasi untuk pembelian pertalite subsidi.

"Jumlah pemohon surat rekomendasi BBM subsidi jenis solar dari Januari sampai Juni 2026 ada 701 orang. Sedangkan pemohon rekomendasi BBM subsidi jenis pertalite sebanyak 115 orang," ujarnya.

Menurut Sofwan, jumlah permohonan rekomendasi BBM subsidi umumnya meningkat pada musim penghujan.

Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya aktivitas pengolahan lahan pada musim tanam pertama (MT I) dan musim tanam kedua (MT II), sehingga penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi lebih intensif.

Selain untuk mengoperasikan traktor saat pengolahan lahan, BBM subsidi juga dibutuhkan untuk menggerakkan pompa air ketika curah hujan tidak menentu dan petani tetap harus mengairi sawah.

Kebutuhan bahan bakar juga meningkat saat musim panen karena penggunaan mesin panen atau combine harvester yang membutuhkan pasokan solar untuk mendukung proses pemanenan.

Meski memasuki musim tanam ketiga (MT III), sejumlah wilayah di Kabupaten Blora masih membutuhkan alat mesin pertanian.

Hal itu terutama terjadi di daerah yang tetap menanam jagung sehingga aktivitas pengolahan lahan masih berlangsung.

Sementara pada musim kemarau, penggunaan BBM subsidi untuk pompa air cenderung menurun.

Banyak sumur dangkal milik petani mengalami kekeringan sehingga pompa diesel tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, tanaman jagung yang banyak dibudidayakan saat musim kemarau tidak memerlukan penyiraman sebanyak tanaman padi, sehingga konsumsi BBM untuk pengairan relatif lebih rendah. (ari)

Editor : Abdul Rochim
petani blora dp4 blora blora bbm subsidi solar subsidi