Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Revitalisasi SD 1 Getassrabi Telan Anggaran Rp1,2 Miliar, Begini Progres Pembangunannya

IAbdul Rochim

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Revitalisasi SDN Getassrabi 01, Gebog, Kudus, (18/8). (INDAH S/RADARPATI)
Revitalisasi SDN Getassrabi 01, Gebog, Kudus, (18/8). (INDAH S/RADARPATI)

KUDUS – Revitalisasi SD 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, masih terus berlangsung. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tersebut kini telah mencapai progres sekitar 30 persen.

Program revitalisasi itu merupakan bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar. SD 1 Getassrabi mendapatkan anggaran sebesar Rp1.279.001.000 untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh sekolah melalui P2SP dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender atau sekitar empat bulan. Pekerjaan dimulai pada 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober mendatang.

Plt Kepala Disdikpora Kudus Anggun Nugraha mengatakan, pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Mulai bulan Juli 2026 sudah dimulai. Sekarang sudah satu bulan dan progres pekerjaan mencapai 30 persen. Mudah-mudahan akhir Oktober nanti bisa diselesaikan dan manfaatnya dapat dirasakan untuk pembelajaran anak-anak,” ujar Anggun saat meninjau lokasi, Selasa (18/8).

Revitalisasi mencakup enam ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, ruang UKS, serta penataan lingkungan sekolah. Selain perbaikan bangunan, sekolah juga memperoleh bantuan perabot untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Genteng Lama Diganti Baru

Sebelumnya, pelaksanaan revitalisasi SD 1 Getassrabi sempat mendapat protes dari warga. Salah satu yang dipersoalkan adalah penggunaan genteng lama dalam pekerjaan awal.

Setelah dilakukan peninjauan berdasarkan petunjuk teknis (juknis), pekerjaan tersebut kemudian direvisi. Genteng lama akhirnya diganti dengan genteng baru.

Anggun menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi tetap berada dalam pengawasan agar pekerjaan sesuai ketentuan, baik dari sisi volume maupun kualitas.

“Pengawasan kami ada dua. Ada konsultan perorangan dan ada fasilitator yang ditunjuk kementerian. Mereka akan melihat bagaimana proses dan progres pekerjaan, termasuk volume dan kualitasnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan pekerjaan masih memungkinkan dilakukan apabila ditemukan kebutuhan teknis di lapangan yang belum tercantum dalam perencanaan awal.

“Kalau ada hal yang memang urgen dan belum masuk perencanaan, bisa dilakukan revisi. Tentunya tetap ada prosedurnya dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan,” ungkapnya.

Kabid Dikdas Kudus Agus Subandi mengatakan, sejumlah revisi di SD 1 Getassrabi telah dituangkan dalam berita acara. Salah satunya terkait pembangunan pagar sekolah.

“Di RAB awal, pagarnya hanya sekitar 30 persen. Kemudian sudah dilakukan revisi dan dituangkan dalam berita acara. Sekarang sudah diakomodasi dan pagarnya sudah baru,” katanya.

80 Sekolah di Kudus Dapat Program Revitalisasi

Program revitalisasi Kemendikdasmen di Kabupaten Kudus tidak hanya menyasar jenjang sekolah dasar. Anggun menyebut terdapat sekitar 80 satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP yang masuk dalam program tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 24 sekolah telah menerima pencairan bantuan dan mulai mengerjakan revitalisasi. Sementara sekolah lainnya masih menjalani tahapan bimbingan teknis dan penandatanganan perjanjian kerja sama.

Kepala SD 1 Getassrabi Hermiawati mengatakan, kondisi sejumlah bangunan sekolah sebelumnya memang membutuhkan perbaikan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan revitalisasi dari kementerian. Kondisi bangunan sebelumnya memang sudah cukup memprihatinkan,” ujarnya.

Selama proses pembangunan, pihak sekolah mengatur kembali penggunaan ruangan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ruangan yang sedang direvitalisasi untuk sementara tidak digunakan.

Saat ini SD 1 Getassrabi memiliki sekitar 70 siswa dari kelas I hingga VI serta layanan pra-SD. Dengan adanya revitalisasi, sekolah berharap fasilitas pendidikan menjadi lebih layak dan nyaman.

Hermiawati berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target sehingga fasilitas yang diperbaiki segera digunakan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran. (san)

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Bupati dan Wabup Kudus Ikut Flashmob Tari Lajur Caping Kalo

Bupati dan Wabup Kudus Ikut Flashmob Tari Lajur Caping Kalo

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton ikut flashmob Tari Lajur Caping Kalo bersama 230 penari usai upacara HUT ke-81 RI di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Hari Jadi Kudus Mau Diubah? DPRD Minta Dasar Sejarah Diperkuat

Hari Jadi Kudus Mau Diubah? DPRD Minta Dasar Sejarah Diperkuat

Rencana perubahan Hari Jadi Kudus dari 23 September menjadi 23 Agustus mendapat sorotan sejarawan dan DPRD. Kajian sejarah dan aspirasi masyarakat dinilai perlu diperkuat.

Hari Jadi Kudus Diusulkan Berubah Jadi 23 Agustus, Mulai Diperingati 2027

Hari Jadi Kudus Diusulkan Berubah Jadi 23 Agustus, Mulai Diperingati 2027

Pemkab Kudus mengusulkan perubahan Hari Jadi Kudus dari 23 September menjadi 23 Agustus. Jika Ranperda disahkan, tanggal baru tersebut mulai resmi diperingati pada 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer