Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektare Lahan untuk BULOG, Dukung Program Infrastruktur Pascapanen dan Hilirisasi Beras

Achmad Ulil Albab • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:21 WIB

 

Bupati Pati Sudewo saat penandatanganan MoU hibah tanah kepada Perum BULOG sebagai program ketahanan pangan. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Bupati Pati Sudewo saat penandatanganan MoU hibah tanah kepada Perum BULOG sebagai program ketahanan pangan. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Perum BULOG.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan penyediaan lahan seluas 5,2 hektare untuk pembangunan infrastruktur pascapanen.

Bupati Pati, Sudewo, menjelaskan bahwa lahan yang dihibahkan berada di dua lokasi, yakni seluas 3,2 hektare di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, dan 2 hektare di Desa Kayen.

Kedua lokasi tersebut telah disurvei dan dinyatakan memenuhi syarat untuk pembangunan fasilitas logistik pangan.

“Kami tentu saja mendukung program pusat dari Presiden Prabowo yang diimplementasikan melalui BULOG. Kemarin sudah disurvei, dua lokasi itu memenuhi syarat, kemudian hari ini MoU hibah tanah secepatnya kami proses sesuai peraturan perundang-undangan, agar pembangunan hilirisasi infrastruktur pascapanen segera dilaksanakan,” ujar Sudewo.

Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pati, khususnya para petani.

Meski saat ini produksi beras Kabupaten Pati pada 2025 mencapai sekitar 320 ribu ton, sementara kebutuhan warga hanya 150 ribu ton sehingga surplus 170 ribu ton, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Dengan program ini, insyaallah akan meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi kami punya program panen 10 ton per hektare, yang saat ini masih di angka 7 ton per hektare dan akan ditingkatkan minimal menjadi 10 ton. Dengan adanya infrastruktur pascapanen, tidak ada lagi kekhawatiran hasil produksi tidak terserap karena kapasitas gudang BULOG lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah seperti Kabupaten Pati menjadi model kerja sama yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat dan daerah demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkap Sudarsono.

Proyek hibah tanah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan pembangunan 100 lokasi infrastruktur pascapanen yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026.

Program tersebut merupakan arahan langsung Presiden untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional dan meningkatkan daya serap hasil panen petani.

Fasilitas yang direncanakan akan dibangun meliputi gudang penyimpanan, sentra penggilingan padi, gudang penyimpanan beras dan jagung, serta pabrik tepung berbahan dasar beras dan jagung.

Infrastruktur tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti pengering (dryer), unit penggilingan padi (rice milling unit/RMU), silo, serta teknologi penyimpanan terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Nanti di Pati kita juga akan bangun pabrik tepung beras modern, sumber bahan bakunya tidak hanya dari Pati. Tapi bahan bakunya bisa luar daerah, nanti yang memiliki beras patah nanti diolah jadi tepung, nanti kita siapkan di Pati,” paparnya. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#ketahanan pangan #bulog #padi #beras #hilirisasi #Hibah #infrastruktur #petani #pascapanen #Bupati sudewo #kesejahteraan