Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SEDIH! Kisah Pilu Lansia Disabilitas di Grobogan, Uang Rp11 Juta Hilang Digondol Maling

Zakarias Fariury • Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:23 WIB
SEDIH: Juminah (kanan) ditemani tetangganya Musrifah ketika menceritakan bahwa uangnya hilang digondol maling. (TRIBUNJATENG/FACHRI)
SEDIH: Juminah (kanan) ditemani tetangganya Musrifah ketika menceritakan bahwa uangnya hilang digondol maling. (TRIBUNJATENG/FACHRI)

RADARPATI.ID - Kisah memilukan datang dari Juminah, seorang lansia penyandang disabilitas asal Desa Gaji, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.

Hidup sebatang kara, ia mengandalkan pekerjaannya sebagai pemulung rosok dan pengumpul gedebok pisang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di usia senjanya, Juminah tetap berusaha mandiri dan tidak ingin bergantung pada orang lain. Namun, musibah menimpanya.

Tabungan hasil jerih payahnya selama dua tahun, sebesar Rp8 juta, raib digondol pencuri.

Bukan Kejadian Pertama

Tragisnya, ini bukan kali pertama Juminah mengalami pencurian. Beberapa tahun sebelumnya, ia juga kehilangan tabungan Rp3 juta akibat aksi serupa.

Total kerugian yang ia alami kini mencapai Rp11 juta.

Uang yang dikumpulkan dengan susah payah itu rencananya akan digunakan untuk keperluan dirinya setelah meninggal dunia.

Juminah tidak ingin menjadi beban bagi warga sekitar saat tutup usia.

Tangisan Juminah Saat Mengetahui Uangnya Raib

Musrifah, tetangga yang sering menemani Juminah, menceritakan momen memilukan saat lansia itu mengetahui tabungannya hilang.

"Kemarin hilang Rp8 juta, dulu pernah hilang Rp3 juta, jadi total Rp11 juta," ungkap Musrifah kepada Tribun Jateng.

Menurutnya, Juminah langsung menjerit-jerit meminta bantuan warga ketika menyadari uangnya telah hilang.

"Saya sedang jualan sayur, Mbah Juminah di rumah sendirian. Saat tahu uangnya hilang, dia langsung menjerit-jerit," tutur Musrifah.

Ia juga mengungkapkan bagaimana Juminah dengan penuh perjuangan mengumpulkan uang tersebut sedikit demi sedikit.

Selain dari hasil mencari rosok dan gedebok pisang, Juminah juga mendapat bantuan dari warga sekitar serta program bantuan lansia.

Tabungan yang Dikumpulkan untuk Biaya Pemakaman

Juminah sengaja menyisihkan uang dari penghasilannya untuk mengurus keperluan setelah dirinya meninggal nanti.

"Dia pernah bilang ke saya, kalau sudah meninggal nanti, tidak mau merepotkan siapa-siapa," kata Musrifah menirukan ucapan Juminah.

Namun, harapan itu kini sirna. Musrifah merasa sangat iba dengan musibah yang menimpa Juminah.

"Kasihan sekali, kok tega mencuri dari orang seperti Mbah Juminah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Harapan Warga untuk Perhatian Lebih

Kehilangan uang dalam jumlah besar ini tentu menjadi pukulan berat bagi Juminah.

Namun, di tengah kesedihan, warga sekitar turut prihatin dan berusaha memberikan bantuan baik secara moral maupun materiil.

Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pihak berwenang untuk memberi perhatian lebih terhadap masalah pencurian ini.

"Semoga ini tidak terjadi lagi, kasihan Mbah Juminah," pungkas Musrifah

Pemandangan JLS Sine di Kecamatan Kalidawir yang beraspal mulus. Salah satu target PAD dipengaruhi infrastruktur jalan.(YOGA DANY DAMARA)
Pemandangan JLS Sine di Kecamatan Kalidawir yang beraspal mulus. Salah satu target PAD dipengaruhi infrastruktur jalan.(YOGA DANY DAMARA)
Petugas tiket sedang berjaga santai di loket masuk wisata Waduk Wonorejo.(SANDY YUWANA)
Petugas tiket sedang berjaga santai di loket masuk wisata Waduk Wonorejo.(SANDY YUWANA)
Gapura Kawasan Kuliner Halal di Jalan Pangeran Antasari Tulungagung (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Gapura Kawasan Kuliner Halal di Jalan Pangeran Antasari Tulungagung (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Editor : Abdul Rochim
#lansia #kisah sedih #Peristiwa #maling #grobogan #pencurian