Nasional Pati Jateng Kudus Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

PREVIEW Argentina vs Inggris: Selalu Dibayangi Sejarah Rivalitas Kedua Tim 

Abdul Rochim • Senin, 13 Juli 2026 | 07:16 WIB
DIPREDIKSI SERU: Jude Bellingham (kiri). Lionel Messi (kanan). (Dok.Ist)
DIPREDIKSI SERU: Jude Bellingham (kiri). Lionel Messi (kanan). (Dok.Ist)

PIALA DUNIA 2026 – Kapten Timnas Argentina Lionel Messi menegaskan keberhasilan Albiceleste terus bersaing di level tertinggi setelah menjuarai Piala Dunia bukanlah hal yang mudah. 

Menurutnya, pencapaian Argentina menembus semifinal Piala Dunia 2026 harus dinikmati karena belum tentu terulang di masa mendatang.

Argentina memastikan tiket ke semifinal usai menundukkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final di Kansas City, Minggu (12/7/2026).

Kemenangan itu menjaga peluang La Albiceleste menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Baca Juga: Inggris Tundukkan Norwegia 2-1 Lewat Ekstra Time, Jude Bellingham Antar Three Lions ke Semifinal Piala Dunia 2026

"Bagus melihat warga Argentina menikmati ini seperti kami menikmatinya. Tidak mudah untuk kembali setelah menjadi juara dunia, memenangkan semua yang kami menangkan, lalu terus bersaing dan tetap berada di level itu, berada di empat besar dan bermain di semifinal lagi. Itu tidak normal, itulah mengapa kami harus sangat menikmatinya," ujar Messi, dikutip dari ESPN.

Pemain berusia 39 tahun itu mengatakan setiap keberhasilan yang diraih Argentina saat ini patut disyukuri.

Sebab, menurutnya, tidak ada jaminan kesempatan seperti ini akan datang kembali.

"Kami tidak tahu apakah ini akan terjadi lagi atau kapan itu akan terjadi. Kami sempat lama tidak menjadi juara dunia sampai terakhir kali, jadi semua yang datang setelahnya harus dinikmati dan dihargai," katanya.

Akui Swiss Merepotkan

Messi mengakui Swiss memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.

Argentina memang sempat unggul melalui sundulan Alexis Mac Allister, namun Dan Ndoye mampu menyamakan kedudukan sehingga laga berlanjut hingga extra time.

"Kami tahu betapa sulitnya Piala Dunia ini. Kami memang sudah memperkirakan pertandingan yang berat. Di babak pertama, meski unggul, mereka membuat kami kesulitan. Kami tidak bisa memainkan permainan kami dan tidak bisa menguasai bola dalam waktu lama," ujar Messi.

Menurutnya, kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo, menjadi titik balik pertandingan.

Meski demikian, Argentina tetap harus bekerja keras sebelum akhirnya Julian Alvarez dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1.

"Kartu merah mereka benar-benar mengubah jalannya pertandingan, tetapi situasinya tetap sulit," ungkapnya.

Antusias Hadapi Inggris

Pada babak semifinal, Argentina akan menghadapi Inggris dalam laga yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026 di Atlanta.

Messi mengaku duel tersebut memiliki arti khusus karena menjadi kali pertama dalam kariernya menghadapi Inggris di level internasional.

"Bermain melawan Inggris itu spesial karena mereka merupakan kekuatan besar dan pertandingan melawan tim besar selalu spesial. Secara pribadi, ini pertama kalinya saya akan menghadapi mereka," katanya.

Meski demikian, kapten Albiceleste menegaskan fokus utama tim adalah memulihkan kondisi fisik agar tampil maksimal.

"Kami akan mencoba beristirahat, memulihkan tenaga, dan datang dalam kondisi terbaik untuk kembali bersaing," ujarnya.

Kenang Rivalitas Argentina vs Inggris

Messi juga menyinggung rivalitas panjang Argentina dan Inggris di Piala Dunia, terutama laga legendaris pada edisi 1986 yang dikenang lewat gol kontroversial "Hand of God" Diego Maradona.

"Semua yang saya ingat tentang Argentina melawan Inggris pada 1986 berasal dari video yang terus ditonton orang Argentina. Namun, saya pikir tim ini sudah terbiasa memainkan pertandingan tanpa memandang lawan," katanya.

Dalam sejarah Piala Dunia, Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada perempat final 1986 lewat dua gol Maradona, termasuk gol "Hand of God".

Kedua negara kembali bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 yang dimenangkan Argentina melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2.

Sementara pada fase grup Piala Dunia 2002, Inggris membalas dengan kemenangan 1-0. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
Argentina vs Swiss semifinal Piala Dunia 2026 Argentina vs Inggris piala dunia 2026 lionel messi