JEPARA — Pelatih Kepala Persijap Jepara Mario Lemos menyabet kategori pelatih terbaik, pada pekan ke-27 BRI Super League.
Hal tersebut bukanlah hal yang remeh. Melainkan satu bukti, kualitas permainan dan hasil yang ditorehkan positif.
Raihan tersebut menjawab rangkaian kekecewaan para suporter Laskar Kalinyamat. Utamanya pada putaran pertama Liga 1 musim ini.
Sebelumnya, Persijap Jepara resmi mengumumkan memutus kontrak Mario Lemos, pada Jumat (21/11/2025) malam. Utamanya usai tim menelan tujuh kekalahan beruntun di Super League 2025/2026.
Namun, ia yang sebelumnya sempat digantikan oleh Divaldo Alves, ditunjuk kembali untuk menjabat sebagai pelatih kepala Persijap Jepara per 17 Februari 2026.
Ia bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang kini menjadi Direktur Teknik. Kebijakan "bongkar pasang" ini diambil manajemen untuk memperbaiki performa tim di papan klasemen.
Berbekal para pemain asing baru yang didatangkan dalam putaran kedua, strategi dan taktik yang dibawakan ampuh. Manjur, mengerek posisi yang sampai berada sebagai 'juru kunci' dan kini di peringkat ke-14. Dengan raihan 25 poin.
6 kali kemenangan, 7 kali seri dan 14 kali kekalahan bukan sekadar angka. Tapi adalah keringat dan kerja keras.
Pada pekan ke-27 ini, Persijap Jepara juga berhasil mencatat kado istimewa. Utamanya untuk momen ulang tahun ke-72 klub dan ulang tahun ke-477 Kabupaten Jepara.
Pada putaran kedua ini, Mario Lemos berhasil menyuguhkan konsistensi. Dalam enam laga terakhir bermain bersih, tanpa mengalami kekalahan.
Pada Sabtu (11/4) lalu, Persijap Jepara berhasil menang 2-1 atas Bhayangkara FC. Kemenangan ini menghentikan laju kemenangan Bhayangkara yang juga enam laga sebelumnya tanpa mengalami kekalahan.
Lalu pada Senin (6/4) Persijap imbang 0-0, dalam laga tandang melawan Persik Kediri. Termasuk imbang saat bertandang melawan PSIM Yogyakarta 2-2 pada (11/3).
Persijap Jepara juga seri 0-0 saat menjamu Persis Solo (5/3). Termasuk imbang saat bertandang ke Bali United 0-0 pada (28/2). Yang juga memuaskan adalah menang 3-1 saat menjamu Persebaya Surabaya pada (21/3).
Mario Lemos, berkali-kali menegaskan jika setiap laga dalam putaran kedua ada final. Menurutnya mengumpulkan poin demi poin adalah kunci. Untuk bertahan di Liga 1.
Gol cepat, strategi dan taktik bertahan hingga permainan spartan selalu diburunya. Laga tandang maupun kandang sama saja. Menurutnya tidak ada tim yang lemah, jika usaha maksimal dijalankan.
Ia memasang target tinggi dalam benak para pemain. Striker bahkan tak jarang harus turun ke gelanggang belakang, untuk membantu agar tidak kebobolan.
Sejak menit awal, Lemos biasa menekankan kepada para pemain, akan pentingnya mengambil inisiatif serangan.
Strategi tersebut sering berjalan efektif. Di mana Persijap mampu langsung menekan, menguasai bola dalam waktu singkat hingga akhirnya membuka keunggulan.
Ia juga menyoroti keberhasilan lini pertahanan, dalam meredam kekuatan Bhayangkara FC pada Sabtu (11/4) lalu.
“Kami tahu lawan punya lini depan yang sangat berbahaya, tapi itu bisa kami atasi. Mereka tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.
Meski demikian, Lemos tetap memberikan catatan evaluasi, di mana jelang berakhirnya laga, pemain Persijap acapkali kurang fokus. Letih.
Ia menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah, yang harus segera diperbaiki dalam laga-laga berikutnya.
“Kebobolan di akhir (saat melawan Bhayangkara FC, red) tentu tidak baik, tapi yang paling penting kami mendapatkan tiga poin,” tegasnya.
Namun, ia menegaskan fokus timnya tetap sama dalam tujuh laga ke depan, yakni mengamankan kemenangan. Agar tidak terdegradasi.
“Saya selalu fokus ke tim dan bagaimana pemain menjalankan instruksi di lapangan. Sejak awal kami ambil inisiatif, jadi saya yakin kami pantas menang,” imbuhnya.(fik)
Editor : Abdul Rochim