Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DUH PAYAH! Baru Lima Bulan Videotron Alun-Alun Rembang kok dah Sering Mati

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
PADAM: Potret Videotron di alun-alun Rembang terpaksa dimatikan setelah diketahui ada kendala di instalasi jaringan. (WISNU AJI/RADAR PATI)
PADAM: Potret Videotron di alun-alun Rembang terpaksa dimatikan setelah diketahui ada kendala di instalasi jaringan. (WISNU AJI/RADAR PATI)

Advertisement

REMBANG – Videotron di Alun-Alun Rembang kembali mengalami gangguan teknis meski baru sekitar lima bulan beroperasi. 

Perangkat tersebut terpaksa dimatikan sementara untuk mencegah kerusakan yang lebih parah akibat instalasi jaringan yang bermasalah.

Videotron itu mulai difungsikan setelah pergantian tahun 2025 menuju 2026.

Proyek pembangunan sarana informasi publik tersebut menelan anggaran sekitar Rp 910 juta dan digunakan sebagai media informasi serta promosi pembangunan daerah.

Pengelolaan konten videotron berada di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), sementara pembangunan fisiknya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dputaru) Kabupaten Rembang.

Advertisement

Lokasi di alun-alun dipilih karena menjadi pusat keramaian dan mudah diakses masyarakat.

Kabid Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi Dputaru Rembang, Agus Himawan, membenarkan adanya gangguan pada videotron tersebut.

Menurutnya, tim dari penyedia jasa sudah turun langsung untuk melakukan penanganan.

Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada instalasi jaringan yang menyebabkan sistem sering mati sendiri dan tidak stabil.

Saat ini proses pelacakan penyebab gangguan masih dilakukan oleh teknisi dari Jakarta yang telah datang ke Rembang.

Advertisement

Artikel Terkait

Perawatan Alun-Alun Rembang Berlanjut Gara-Gara Ini, Harapan Putri Gus Mus soal Alun-alun

Perawatan Alun-Alun Rembang Berlanjut Gara-Gara Ini, Harapan Putri Gus Mus soal Alun-alun

Pemkab Rembang melanjutkan perawatan Alun-Alun Rembang dengan anggaran Rp200 juta. Perbaikan difokuskan pada keramik rusak dan penanganan akar pohon sambil menunggu revitalisasi menyeluruh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer