YOGYAKARTA – Laga pekan ke-25 Super League Indonesia 2025/2026 akan mempertemukan PSIM Yogyakarta dengan Persijap Jepara.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3) malam dengan kick-off pukul 20.30 WIB.
Duel ini diperkirakan berjalan sengit karena kedua tim datang dengan kepentingan berbeda di klasemen.
PSIM berupaya menjaga konsistensi agar tetap stabil di papan tengah, sedangkan Persijap membutuhkan tambahan poin untuk menjauh dari ancaman zona bawah.
Selain faktor klasemen, pertemuan ini juga menarik dari sisi strategi permainan.
PSIM dikenal lebih menekankan penguasaan bola dan kreativitas lini tengah, sementara Persijap kerap mengandalkan organisasi permainan yang rapi serta serangan cepat dari sisi sayap.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, diprediksi tetap mengusung formasi 4-2-3-1 yang selama ini menjadi pola utama Laskar Mataram.
Skema tersebut memberi ruang bagi tim untuk mengontrol tempo melalui dua gelandang bertahan serta tiga pemain kreatif di belakang penyerang tunggal.
Di posisi penjaga gawang, Cahya Supriadi diperkirakan kembali menjadi pilihan utama.
Penampilannya yang cukup stabil sepanjang musim membuatnya masih dipercaya menjaga gawang PSIM.
Barisan pertahanan kemungkinan diisi Raka Cahyana di bek kanan dan Yusaku Yamadera di sisi kiri. Sementara duet bek tengah Ramos Mingo dan Jop van der Avert diprediksi kembali mengawal jantung pertahanan.
Di lini tengah, Ze Valente dan Rakhmatsho Rakhmatzoda diperkirakan menjadi poros utama.
Ze Valente dikenal memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, sedangkan Rakhmatzoda berperan menjaga keseimbangan tim sekaligus memutus serangan lawan.
Untuk sektor serang, PSIM berpotensi menurunkan Ezequiel Vidal di sisi kanan dan Riyatno Abiyoso di kiri.
Posisi gelandang serang kemungkinan ditempati Savio Sheva yang memiliki mobilitas tinggi dalam membangun serangan.
Di lini depan, Nermin Haljeta masih menjadi tumpuan utama dalam penyelesaian akhir.
Sementara itu, pelatih Persijap Mario Lemos juga diperkirakan menggunakan formasi serupa, yakni 4-2-3-1. Skema ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan bagi Laskar Kalinyamat.
Muhammad Ardiansyah kemungkinan kembali dipercaya berdiri di bawah mistar.
Di lini belakang, Rahmat Hidayat diprediksi mengisi bek kanan dan Firman Ramadhan di sisi kiri. Duet Diogo Brito dan Akbar Arjunsyah diperkirakan menjadi andalan di jantung pertahanan.
Di lini tengah, Persijap berpotensi mengandalkan dua pemain Spanyol, Borja Martinez dan Borja Herrera.
Keduanya memiliki peran penting dalam membantu pertahanan sekaligus memulai transisi serangan balik.
Pada sektor depan, Lucas Morelatto kemungkinan menempati sisi kanan serangan, sementara Carlos Franca bermain di kiri. Alexis Gomez diprediksi berperan sebagai pengatur serangan di belakang striker.
Di posisi ujung tombak, Persijap hampir pasti mengandalkan Iker Guarrotxena.
Pemain asal Spanyol itu menjadi salah satu sumber ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Melihat komposisi pemain kedua tim, duel di sektor tengah diperkirakan menjadi kunci jalannya pertandingan.
PSIM memiliki kreativitas dari Ze Valente dan Savio Sheva untuk mengatur ritme permainan.
Di sisi lain, Persijap mengandalkan Borja Martinez dan Borja Herrera untuk memutus alur serangan sekaligus membangun serangan balik cepat.
Selain lini tengah, sektor sayap juga berpotensi menjadi jalur serangan utama.
PSIM memiliki kecepatan melalui Vidal dan Abiyoso, sedangkan Persijap mengandalkan kreativitas Morelatto serta pergerakan Carlos Franca.
Dengan kekuatan yang relatif seimbang, laga ini diperkirakan berlangsung ketat hingga akhir pertandingan.
Bagi PSIM, kemenangan akan memperkuat posisi mereka di papan tengah. Sementara bagi Persijap, tambahan poin sangat penting untuk menjaga jarak dari zona degradasi. (*/him)
Editor : Abdul Rochim