PATI – Manajemen dan jajaran tim pelatih anyar Persipa Pati secara resmi diperkenalkan ke publik pada Kamis (24/6) dalam sebuah acara yang digelar di Omah Kuno 1868.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan suporter Patifosi serta sejumlah awak media, menjadi momen penting.
Untuk menjawab keraguan publik atas masa depan Persipa setelah terdegradasi dari Liga 2 musim lalu.
Komisaris Persipa, Saiful Arifin atau akrab disapa Safin, memperkenalkan Rafi Rizqullah Arifin sebagai CEO baru klub, serta menunjuk Rudi Widodo sebagai pelatih kepala.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan dalam membangun ulang tim secara profesional jelang berlaga di Liga 3 Nusantara musim 2025/2026.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam menata kembali Persipa. Kami menjawab pertanyaan dan keresahan suporter. Tim ini dibangun dengan pendekatan profesional,” ujar Safin dalam sambutannya.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah perwakilan Patifosi mempertanyakan target yang akan dibidik Persipa di musim mendatang.
Safin menegaskan bahwa target minimal adalah tetap bertahan di Liga 3, namun ia tak menutup ambisi lebih tinggi.
“Target minimal kami adalah bertahan. Tapi kalau memungkinkan, kami ingin lompat setinggi mungkin (naik kasta),” tegasnya.
Mengenai penunjukan Rudi Widodo, Safin menyebut keputusan ini didasari oleh semangat lokalitas dan kapasitas profesional sang pelatih.
Sebagai putra daerah Pati dan mantan pemain kenamaan yang telah mengantongi lisensi A, Rudi dinilai memiliki motivasi tinggi untuk membesarkan klub asal tanah kelahirannya.
“Rudi Widodo sebagai orang Pati punya semangat juang luar biasa untuk Persipa. Selain itu, ia akan didampingi tim pelatih berpengalaman, termasuk Direktur Teknik Coach Hanafing yang sudah lama berkecimpung di sepak bola nasional yang saat ini juga pegang jabatan dirtek di SPSS,” jelas Safin.
Sementara itu, CEO baru Persipa, Rafi Rizqullah Arifin, menyampaikan visinya untuk membawa klub ke arah yang lebih profesional, baik dari sisi manajemen maupun teknis.
Rafi yang juga menjabat sebagai CEO Safin Pati Sports School, menegaskan tekadnya menjadikan Persipa sebagai ruang pembinaan talenta muda lokal agar mampu bersaing di kancah nasional.
“Saya ingin Persipa dikelola secara profesional. Ini juga jadi wadah bagi anak-anak muda Pati untuk berkembang dan tampil di kompetisi liga nasional,” ungkap Rafi.
Meski baru pertama kali memimpin klub profesional, Rafi mengaku siap secara mental.
Karena mendapat dukungan dari para tokoh dan pelaku sepak bola berpengalaman di sekelilingnya.
“Dari sisi teknis, saya dibantu banyak tokoh hebat. Ada Coach Hanafing sebagai Direktur Teknik, Coach Rudi Widodo, dan lainnya. Ini jadi modal penting untuk kami,” ujarnya.
Tak hanya itu, latar belakang pendidikan Rafi di bidang kewirausahaan dan manajemen dari Melbourne, Australia, juga diyakini akan mendukung perannya di aspek manajerial klub.
Ia pun mulai menjalin komunikasi dan belajar langsung dari sejumlah tokoh sepak bola nasional.
“Seiring waktu saya terus belajar dan mendekat dengan sosok-sosok penting di PSSI seperti Coach Nova Arianto, Ratu Tisha, dan Coach Indra Sjafri,” pungkasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab