Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Main Gelap-gelapan Lawan Persekat, Tim Persiku Kudus Sambat Lapangan Kurang Cahaya

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 27 Februari 2025 | 01:14 WIB

 

PERLU BERBENAH: Kondisi mendung menyelimuti saat laga Persiku melawan Persekat serta lampu tak menyala. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)
PERLU BERBENAH: Kondisi mendung menyelimuti saat laga Persiku melawan Persekat serta lampu tak menyala. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)

KUDUS, RadarPati.ID - Pemkab Kudus harus berbenah dalam melengkapi fasilitas Stadion Wergu Wetan.

Hal ini sejalan dengan langkah Persiku yang memastikan diri bertahan di Liga 2 pada musim 2025/2026.

Yang harus dibenahi Pemkab Kudus, salah satu kecilnya adalah penerangan Stadion Wergu Wetan.

Stadion harus memiliki penerangan yang cukup untuk menunjang jalannya pertandingan saat membutuhkan pencahayaan lebih.

Kondisi stadion yang kurang pencahayaan ini menjadi sorotan beberapa pihak. Terutama dari pelatih atau rival Persiku saat bertandang di Stadion Wergu Wetan.

Seperti di match pamungkas, Persiku VS Persekat Tegal, sekitar pukul 14.30 awan hitam atau mendung menyelimuti saat laga hendak berjalan.

Sekitar pukul 15.30 atau 30 menit laga berjalan, wasit sempat menghentikan pertandingan tersebut.

Kodisi cuaca saat itu, memang turun hujan dan diselemuti oleh awan hitam pekat.

Dari pantauan di tribun penonton, kondisi lapangan memang kurang penerangan. Aliran bola samar-samar tak terlihat begitu jelas.

Wasit memanggil kedua kapten tim, untuk meminta saran, apakah pertandingan bisa dilanjutkan atau tidak.

Kedua kapten dari Persiku maupun Persekat akhirnya sepakat untuk melanjutkan laga hidup dan mati tersebut.

Usai laga tersebut, Pelatih Persekat Tegal, I Putu Gede menyoroti kondisi penerangan yang minim di Stadion Wergu Wetan.

Mantan pelatih PSS Sleman ini menyebut, kondisi lapangan Wergu Wetan sangatlah gelap saat mendung menyelimuti jalannya laga tersebut.

Di sisi lain, sang pengadil atau wasit memaklumi kondisi itu dan pertandingan bisa dilanjutkan kembali.

”Kondisinya memang sangat gelap, ada lampu tapi tidak menyala,” katanya.

Putu Gede juga bersyukur hujan tidak turun begitu deras di laga itu.

Hingga peluit akhir pertandingan pemainnya tidak ada yang cedera dan Persekat memastikan diri bertahan di Liga 2.

Hal senada juga sempat diungkapkan oleh mantan Pelatih Persiku, Bonggo Pribadi.

Saat itu Persiku ditahan imbang oleh Nusantara United di laga kandang dengan skor akhir 1-1.

Bonggo mengaku kecewa dengan hasil itu. Karena Persiku seharusnya bisa mempertahankan keunggulannya.

”Kejadian itu tidak ada yang menyangka ya (Lapangan gelap) ekstra time hingga 12 menit.

Itu bisa jadi pelajaran dan cerita, ternyata main bola bisa gelap-gelapan,” ungkapnya. (gal/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#persiku kudus #Persekat Tegal #gelap #Stadion Wergu Wetan