Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Apes! Panpel Persipa Pati Kena Getahnya, Harus Tanggung Biaya Kerusakan Stadion Joyokusumo, Ini Alasannya

Achmad Ulil Albab • Kamis, 20 Februari 2025 | 16:06 WIB
Pekerja sedang memperbaiki pagar di tribun sebelah utara yang rusak saat kericuhan suporter usai laga menjamu Persipura Jayapura.
Pekerja sedang memperbaiki pagar di tribun sebelah utara yang rusak saat kericuhan suporter usai laga menjamu Persipura Jayapura.

PATI, RadarPati.id – Panitia pelaksana (panpel) dan manajemen Persipa Pati bertanggung jawab atas seluruh kerusakan yang terjadi di Stadion Joyokusumo akibat kericuhan yang terjadi saat pertandingan melawan Persipura Jayapura pada (14/2).

Peristiwa ini menjadi sorotan serius bagi penyelenggara, karena berkaitan dengan keberlanjutan penggunaan stadion sebagai tempat pertandingan resmi.

Ketua Panpel Persipa Pati, Zeniko Mey Saputro, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mempercepat proses perbaikan berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan di Stadion Joyokusumo.

Mereka berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh fasilitas kembali dalam kondisi baik sebelum pertandingan berikutnya digelar.

“Kemarin terjadi beberapa kerusakan akibat kericuhan, di antaranya pagar di tribun utara, jaring gawang di bagian utara, bench matchcom dan wasit, bench pemain, papan pergantian pemain, serta papan iklan di sekitar lapangan. Selain itu, terdapat juga aksi vandalisme pada tembok stadion,” ungkap pria yang akrab disapa Niko ini.

Ia menambahkan bahwa sejumlah material telah mulai diperbaiki dan diganti agar stadion dapat segera difungsikan kembali seperti semula.

Proses perbaikan ini dilakukan dengan cepat agar stadion siap digunakan untuk pertandingan kandang terakhir Persipa Pati pada (21/2) melawan Persikas Subang.

Dengan waktu yang terbatas, panitia berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan seluruh proses perbaikan dalam waktu yang singkat.

“Kami percepat proses perbaikannya agar stadion siap digunakan untuk pertandingan pada tanggal 21. Kami siap kembali menggelar pertandingan, tetapi kali ini tanpa kehadiran penonton,” lanjut Niko.

Keputusan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton diambil sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Mengenai biaya perbaikan fasilitas stadion yang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Pati tersebut, Niko mengungkapkan bahwa pihaknya belum melakukan perhitungan secara rinci.

“Belum ditotal semua, masih ada yang dikerjakan dulu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Niko berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Tindakan turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion bukan hanya merugikan klub, tetapi juga masyarakat yang mendukung perkembangan sepak bola di Pati.

“Saya pribadi sebagai panitia pelaksana sangat menyayangkan kejadian ini. Boleh kecewa, tetapi jangan sampai merusak fasilitas yang merupakan milik warga Pati. Kita semua harus ikut menjaga dan merawat stadion ini,” ujar Niko.

Ia berharap para suporter dapat lebih bijak dalam menyalurkan aspirasi serta memberikan dukungan kepada tim kesayangannya.

Diketahui, setelah pertandingan melawan Persipura Jayapura, puluhan suporter memasuki lapangan dan merusak sejumlah fasilitas stadion.

Tindakan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena memberikan dampak negatif terhadap klub serta infrastruktur olahraga di Pati.

Diduga, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan suporter terhadap hasil buruk yang dialami tim kebanggaannya.

Kondisi ini membuat Persipa berada dalam posisi yang sulit untuk keluar dari ancaman degradasi, karena nasib mereka kini bergantung pada hasil pertandingan dari tim lain.

Dengan tekanan yang semakin besar, diharapkan seluruh pihak dapat lebih bijaksana dalam menyikapi situasi ini dan memberikan dukungan dengan cara yang lebih positif. (aua/amr)

Editor : Syaiful Amri
#Persipa Pati #kericuhan #stadion joyokusumo #persipura jayapura #Panpel Persipa #pertandingan