Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Liga 2 : Usai Takluk di Kandang Sendiri, Persipa Kini Siap-Siap Kena Denda Puluhan Juta, Begini Alasannya

Achmad Ulil Albab • Jumat, 14 Februari 2025 | 21:16 WIB
Tampak kerusuhan di area lapangan Stadion Joyokusumo usai pertandingan Persipa Pati menjamu Persipura Jayapura.
Tampak kerusuhan di area lapangan Stadion Joyokusumo usai pertandingan Persipa Pati menjamu Persipura Jayapura.

PATI, RadarPati.id – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami manajemen Persipa Pati saat ini.

Usai takluk atas tamunya Persipura Jayapura, manajemen tim berjuluk Laskar Saridin ini dihadapkan pada potensi denda dari Komdis PSSI.

Denda tersebut kemungkinan besar akan dijatuhkan akibat insiden yang terjadi setelah pertandingan.

Hal ini menyusul kericuhan dan turunnya penonton ke dalam lapangan usai pertandingan yang berakhir untuk kemenangan tim tamu 1 – 2 pada Kamis (13/2).

Insiden ini membuat pertandingan yang seharusnya berlangsung sportif malah diwarnai aksi yang merugikan banyak pihak.

Puluhan penonton memasuki lapangan dan melakukan pengrusakan terhadap fasilitas stadion. Mereka merobohkan papan iklan di sekeliling lapangan, melempar botol, hingga melempar kursi ofisial.

Bench pemain juga tidak luput dari amukan para suporter ini. Situasi sempat tidak terkendali sebelum akhirnya pihak keamanan turun tangan untuk meredam suasana.

CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto mengaku sangat menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan suporter tersebut.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut hanya akan merugikan klub yang seharusnya didukung sepenuh hati oleh para penggemar.

“Saya selaku CEO Persipa Pati sangat anti tindakan anarkis seperti ini yang dilakukan suporter. Saya menyayangkan ada aksi merusak fasilitas stadion kebanggaan kita. Eboard dirusak, jaring gawang diputus. Ngapain begitu?” ujar Joni dengan nada kecewa.

Joni mengungkapkan, dengan adanya peristiwa kerusuhan ini, otomatis keuangan tim terganggu. Apalagi, sebagai klub yang belum lama promosi dari liga amatir (Liga 3) ke liga profesional, selama ini pembiayaan tim sebagian besar masih bertumpu pada kantong pribadinya.

 

Kerusuhan ini semakin memperburuk kondisi finansial klub yang masih mencari kestabilan.

“Stadion itu kan milik pemkab. Tentu dengan adanya kerusakan ini kami yang mengganti kerusakan akibat penonton itu. Kalau fasilitas lain itu dari saya, seperti eboard, itu mahal. Belum lagi nanti kita kena denda dari LIB minimal Rp 25 juta, saya juga yang harus bayar demi perbuatan yang tidak baik ini. Itu membebani (keuangan) saya secara pribadi juga,” keluh Joni.

Ia berharap para suporter bisa lebih bijak dalam menyikapi hasil pertandingan.

Lebih lanjut Joni meminta kepada suporter agar meluapkan kemarahan kepada dirinya saja. Joni mengaku siap dihina dan dimarahi. Tapi dirinya tegas tidak ingin ada aksi anarkis atau tindakan merusak fasilitas stadion yang seharusnya dijaga bersama.

Menurut Joni, orang-orang yang merusak fasilitas stadion berarti sudah tidak cinta dengan Persipa Pati dan dirinya. Padahal, menurut Joni, pada 2021 lalu dirinya menjadi CEO klub juga atas permintaan para suporter.

Ia merasa kecewa karena perjuangannya untuk membangun klub malah dinodai dengan tindakan tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut Joni juga meminta maaf atas hasil buruk yang dialami di laga kandang tersebut. Ia memahami kekecewaan para pendukung, tetapi berharap mereka tetap memberikan dukungan dengan cara yang positif.

“Dalam sepak bola bisa menang, kalah, atau seri. Yang jelas kami sudah berupaya maksimal. Terkait blunder pemain betul-betul menyesal dan meminta maaf,” papar Joni.

Ia berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan berikutnya.

Joni juga mengaku siap mundur sebagai CEO Persipa Pati jika suporter maupun pecinta sepak bola Pati menghendaki. Ia tidak ingin keberadaannya justru menjadi beban bagi klub yang tengah berusaha berkembang.

Selama memegang Persipa sejak 2021 dirinya mengaku sudah habis-habisan untuk tim ini. Karena pembiayaan tim lebih banyak berasal dari pribadinya, ia merasa perlu mempertimbangkan masa depannya di klub.

Mengingat dana dari sponsor yang masih sedikit dan subsidi dari PT LIB yang tidak juga mencukupi, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Persipa Pati. Jika situasi finansial klub tidak segera membaik, masa depan tim bisa semakin sulit. (aua/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#Persipa Pati #komdis pssi #liga 3 #pengrusakan #kericuhan penonton #CEO persipa pati #playoff liga 2 #persipura jayapura #fasilitas stadion #denda