PATI, RadarPati.ID – Pelatih Persipa Pati Bambang Nurdiansyah mengisyaratkan penambahan pemain baru di lini depan, untuk menambah produktivitas gol yang sampai di putaran kedua ini masih seret.
“Yang sudah jelas pemain asing asal Jepang, kemudian nanti tanggal 25 November ada pemain naturalisasi yang juga datang yaitu Silvio Escobar.
Juga ada beberapa pemain lagi termasuk pemain-pemain yang pernah saya latih seperti Engelbert Sani, ada pemain dari Arema juga akan datang,” terang Bambang Nurdiansyah belum lama ini.
Pemain-pemain ini datang lebih awal, karena agar bisa segera beradaptasi dan meningkatkan chemistry antarpemain.
Meskipun mereka baru bisa gabung secara resmi pada jeda transfer 19 Desember nanti.
"Ya intinya untuk kesiapan ke babak selanjutnya nanti,” imbuh Banur.
Pelatih yang akrab disapa Banur ini “ngebet” untuk menambah pemain yang lebih gacor di lini depan.
Karena sejauh ini timnya sangat bermasalah dengan pemain di lini depan yang masih terbilang tumpul.
Karena tidak mampu memaksimalkan peluang-peluang menjadi gol. Sehingga membuat Laskar Saridin harus merelakan kehilangan poin-poin berharga.
Banur semakin gemas terhadap lini depannya, khususnya usai gagal meraih kemenangan saat menjamu Adhyaksa FC (20/11) yang berakhir dengan skor 1 – 1.
“Masalahnya masih sama, finishing. Peluang banyak. Pasti anak-anak sudah berusaha dengan segala kemampuannya. Tapi memang kelasnya di situ. Soal finishing harus kami pertajam lagi,” ujar Banur.
Banur menilai, secara keseluruhan tim tampil bagus, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Serangan demi serangan yang dilancarkan Persipa gagal membuahkan gol.
“Karena menyerang terus tapi nggak gol-gol, susah juga (pemain) belakang kami. Akhirnya kecolongan satu gol. Tapi ya sudah, satu poin. Akan terus kami perbaiki, terutama di sisi finishing,” tambah dia.
Ahmed Syuhada, gelandang Persipa, mengakui kelemahan timnya dalam urusan mencetak gol.
“Lagi dan lagi kami susah buat gol. Itu problem utama kami. Ini bukan hasil yang kami inginkan, tapi kami akan berusaha lagi, lebih kerja keras,” tegasnya.
Diketahui pada pertandingan tersebut sebenarnya Laskar Saridin banyak mendapat peluang emas di kotak penalti lawan.
Khususnya di babak pertama. Namun peluang demi peluang terbuang percuma.
Banyaknya peluang yang terbuang membuang para penonton yang hadir di stadion tak berhenti memaki-maki para pemain.
Khususnya striker Longji Song, yang dinilai tumpul.
Sepanjang pertandingan striker asal Nigeria itu kerap dicemooh oleh penonton.
Tidak sedikit penonton yang berteriak meminta Song ditarik keluar oleh pelatih. (aua/him)
Editor : Abdul Rochim