
REMBANG – Perjalanan Fitria Yulandari, 36, bersama putrinya, Azzura Sukma Candramaya, 3, menuju sebuah pondok pesantren di kawasan Sulang berakhir tragis.
Warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang, itu bersama putrinya menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Sulang-Rembang, Desa Sulang, Jumat (11/9).
Keduanya meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditabrak Toyota Innova.
Baca Juga: Ini Kenapa Menu Melon Sebabkan Keracunan MBG di Rembang
Fitria dan Azzura diketahui sedang dalam perjalanan untuk menjenguk anak sekaligus kakak Azzura yang tengah menimba ilmu di pondok pesantren.
Namun, perjalanan tersebut tidak pernah sampai ke tujuan.
Kecelakaan terjadi ketika Toyota Innova yang dikemudikan Erawan Tri Sudoko, 48, warga Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, melaju dari arah selatan menuju utara.
Menurut pemeriksaan awal polisi, mobil tersebut diduga oleng ke kanan hingga melewati marka tengah jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Saat itulah kendaraan menabrak Yamaha Mio bernomor polisi B-3943-SBJ yang ditumpangi Fitria dan Azzura.
Benturan membuat keduanya mengalami cedera serius. Fitria mengalami cedera kepala serta patah kaki kanan, sedangkan Azzura mengalami cedera kepala. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kecelakaan itu juga menyebabkan seorang pejalan kaki, Sukesi, 51, mengalami luka. Korban mengalami luka kepala ringan dan patah pada kedua kaki sehingga harus menjalani perawatan di RS Bhina Rembang.
Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Rembang Iptu Bhakti Satria mengatakan, pengemudi Innova telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Dugaan awal karena dalam kondisi mengantuk, saat ini masih kami dalami,” kata Bhakti.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Penyelidikan masih dilakukan, termasuk dengan memperhatikan rekaman CCTV yang berada di depan SMPN 1 Sulang.
Terekam CCTV Sekolah
Kepala SMPN 1 Sulang Y. Sapto Eddy Kurniawanto membenarkan kamera CCTV sekolah merekam momen kecelakaan tersebut.
Menurutnya, rekaman berada di kamera yang mengarah ke jalan dan lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
“Saya baru tahu setelah ditelepon oleh TU. Memang ada rekamannya di CCTV depan sekolah. Rekaman itu lebih akurat,” ujar Sapto.
Pihak sekolah juga memastikan tidak ada siswa maupun keluarga besar SMPN 1 Sulang yang menjadi korban.
Sapto menyebut siswa telah pulang sekitar pukul 11.00. Sebagian siswa kemudian mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
Sementara itu, polisi masih menangani perkara tersebut. Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp 10 juta. (*)
Editor : Abdul Rochim