Perbaikan dilakukan setelah adanya laporan warga terkait dugaan pembuangan limbah cair ke saluran drainase.
Warga mengeluhkan aliran selokan dipenuhi minyak dan lemak serta menimbulkan bau tak sedap, terutama saat musim kemarau.
Baca Juga: Puluhan Dapur MBG di Rembang Ternyata Belum Miliki IPAL yang Sesuai Standar
Kepala DLH Rembang Ika menyampaikan, pihaknya telah memberikan pendampingan sejak awal Mei 2026.
Dapur MBG tersebut juga sudah mulai melakukan perbaikan IPAL dengan target penyelesaian pada Selasa (19/5).
“Perbaikannya sudah dilakukan, namun hasil akhirnya belum dicek ulang. Rencananya akan kami update lagi untuk memastikan IPAL sudah sesuai standar atau belum,” ujarnya.
Menurutnya, setiap pelaku usaha, termasuk dapur MBG, wajib memiliki IPAL berstandar agar air limbah yang dibuang memenuhi baku mutu lingkungan.
Jika tidak sesuai standar, dikhawatirkan terjadi pencemaran hingga muncul kandungan bakteri yang berpotensi membahayakan kesehatan.
DLH menyebut beberapa dapur MBG sementara ini menyiasati limbah dengan metode pengendapan sebelum air dibuang ke drainase atau dimanfaatkan untuk penyiraman.
Sedangkan endapan limbah diambil secara manual dan dibuang melalui pihak ketiga.
Biaya pembangunan IPAL disebut bervariasi tergantung kapasitas dapur, jumlah porsi layanan, jumlah pekerja, hingga luas lahan yang tersedia.
Untuk dapur berkapasitas besar, kebutuhan anggaran bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Satgas MBG Mochamad Hanies Cholil Barro’ menyebut hasil audiensi warga terkait persoalan tersebut seharusnya sudah diteruskan ke Badan Gizi Nasional melalui koordinator SPPI. (noe)