REMBANG – Videotron di Alun-Alun Rembang kembali mengalami gangguan teknis meski baru sekitar lima bulan beroperasi.
Perangkat tersebut terpaksa dimatikan sementara untuk mencegah kerusakan yang lebih parah akibat instalasi jaringan yang bermasalah.
Videotron itu mulai difungsikan setelah pergantian tahun 2025 menuju 2026.
Baca Juga: Sapi “Apanza” Seberat 1,065 Ton Terjual Rp 113 Juta, Bakal Dipotong di Masjid Ini
Proyek pembangunan sarana informasi publik tersebut menelan anggaran sekitar Rp 910 juta dan digunakan sebagai media informasi serta promosi pembangunan daerah.
Pengelolaan konten videotron berada di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), sementara pembangunan fisiknya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dputaru) Kabupaten Rembang.
Lokasi di alun-alun dipilih karena menjadi pusat keramaian dan mudah diakses masyarakat.
Kabid Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi Dputaru Rembang, Agus Himawan, membenarkan adanya gangguan pada videotron tersebut.
Menurutnya, tim dari penyedia jasa sudah turun langsung untuk melakukan penanganan.
Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada instalasi jaringan yang menyebabkan sistem sering mati sendiri dan tidak stabil.
Saat ini proses pelacakan penyebab gangguan masih dilakukan oleh teknisi dari Jakarta yang telah datang ke Rembang.
Agus menambahkan, videotron masih dalam masa garansi selama satu tahun sehingga proses perbaikan ditangani oleh pihak penyedia.
Untuk sementara perangkat sengaja dimatikan guna menghindari kerusakan yang lebih luas pada panel videotron.
Rencananya, proses perbaikan dilakukan pada Rabu hingga Kamis pekan ini. Setelah dipastikan aman dan jaringan stabil, videotron akan kembali dioperasikan.
Sebelumnya, videotron tersebut juga sempat mengalami gangguan kurang dari satu bulan setelah dipasang.
Saat itu kerusakan terjadi akibat kabel panel yang kendur dan berhasil diperbaiki dalam waktu singkat. (noe)
Editor : Abdul Rochim