REMBANG – Genangan air kembali menyelimuti SDN Krikilan di Kecamatan Sumber.
Dalam tiga kejadian terakhir, banjir selalu datang bersamaan dengan hujan berintensitas tinggi.
Air tidak hanya memenuhi halaman sekolah, tetapi juga merangsek masuk ke empat ruang belajar dan perpustakaan, dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa.
“Kalau hujan besar, halaman langsung berubah seperti kolam. Air kemudian merembet ke kelas-kelas,” ujar Kepala SDN Krikilan, Lastari.
Ia menjelaskan, ruang kelas IV, V, VI dan ruang perpustakaan menjadi bagian yang paling terdampak.
Pihak sekolah terpaksa mengangkat perlengkapan penting ke tempat lebih tinggi untuk mengurangi kerusakan.
Meski demikian, ratusan buku di rak bawah perpustakaan tetap tak terselamatkan.
Menurut Lastari, kondisi tersebut sudah terjadi tiga kali. Letak sekolah yang berada di cekungan membuat limpasan air dari pasar, jalan, dan sawah mengalir masuk tanpa bisa dicegah.
“Kami hanya bisa melaporkan kejadian ini ke dinas. Sampai sekarang belum ada langkah penanganan permanen,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dindikpora Rembang, Kapti Prastiyo Aji, mengaku belum menerima laporan resmi terkait banjir terbaru.
Namun ia membenarkan bahwa SDN Krikilan termasuk sekolah yang rawan tergenang karena posisi tanahnya lebih rendah dari lingkungan sekitar.
Ia berharap ada normalisasi sungai dekat lokasi sekolah sebagai langkah pencegahan. Alternatif lain yang mungkin ditempuh adalah relokasi bangunan sekolah jika kondisi tak kunjung membaik.
Di sisi lain, kasus serupa juga dialami SDN Kajar di Kecamatan Lasem.
Setiap diguyur hujan deras, air selalu masuk ke ruang kelas.
“Syukurlah beberapa waktu lalu lantai sekolah sudah diperbaiki dan saluran air di sekelilingnya juga dibangun,” pungkasnya. (noe/him)
Editor : Abdul Rochim