Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Terjadi Abrasi Parah, Pantai Caruban Rembang Dipasang Pemecah Gelombang

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 12 Juni 2025 | 21:05 WIB
MULAI DIGARAP : Pantai Caruban mulai diberi pemecah gelombang untuk menangani abrasi
MULAI DIGARAP : Pantai Caruban mulai diberi pemecah gelombang untuk menangani abrasi

LASEM, REMBANG - Pembangunan pemecah gelombang Pantai Caruban, Lasem sudah dimulai.

Hanya saja penanganan belum sesuai dengan rencana awal.

Para pengelola pun menambah dengan biaya swadaya.

Pantai yang terletak di Desa Gedongmulyo, Lasem ini telah terhantam abrasi.

Kondisi seperti ini, sudah dirasakan sejak sekitar tiga tahun lalu.

Bangunan-bangunan seperti gazebo di salah satu destinasi wisata Kecamatan Lasem ini juga nampak rusak.

Selain itu, pohon-pohon cemara yang menghiasi pantai juga terlihat roboh.

Biasanya ombak besar terjadi di sekitar bulan Agustus.

Warga sekitar menyebutnya sebagai musim timuran.

Warga sekitar juga sempat membuat tanggul sementara yang terbuat dari karung berisi pasir.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, pembangunan sudah dimulai di sisi timur pada Rabu (11/6). Sejumlah buis beton telah dipasang.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan ketika air laut dalam kondisi surut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Sri Jarwati mengatakan, pekerjaaan sudah dilakukan beberapa hari yang lalu.

Rencana awal, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan membangun pemecah gelombang sepanjang 100 meter.

Hanya saja, saat ini baru akan terealisasi sekitar 40 meter karena efisiensi anggaran.

"Penanganan tahun ini yang akan dilaksanakan 40 meter berupa pemecah gelombang. Ketinggiannya satu meter," katanya.

Ketua Pengelola Wisata Pantai Caruban Sri Haryono berterimakasih atas pemberian bantuan pemecah gelombamg dari BBWS.

Ia mengatakan, total dampak abrasi di pantai mencapai sekitar 1 kilometer.

Dalam waktu setahun, pengikisan pantai sudan mencapai sekitar empat meter.

Pengelola bersama warga juga membangun pemecah gelombang sepanjang 100 meter secara swadaya.

Bahannya ada yang berasal dsri buis beton dan karung yang diisi pasir.

"Dari swadaya, terus hasil dari pantai (pendapatan wisata pantai). Digabung jadi satu. Hasil dari pantai kembali ke pantai lagi, lainnya dari swadaya UMKM," katanya. (vah/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#pemecah gelombang #pantai caruban #Lasem #rembang #abrasi