Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Empat Siswa SMP di Rembang Tak Lulus, Bukan Karena Faktor Nilai, Inilah Penyebabnya

Wisnu Aji • Rabu, 4 Juni 2025 | 21:05 WIB
BERKUNJUNG: Isti Choma Wati, Kabid Pembinaan SMP kunjungi sekolah untuk melihat progres pembelajaran hingga kelulusan dan sosialisasi ijasah elektronik, kemarin.
BERKUNJUNG: Isti Choma Wati, Kabid Pembinaan SMP kunjungi sekolah untuk melihat progres pembelajaran hingga kelulusan dan sosialisasi ijasah elektronik, kemarin.

REMBANG – Sebanyak 61 SMP di Kabupaten Rembang secara serentak mengumumkan kelulusan siswa kelas IX pada Senin (2/6).

Dari sekitar 6.000 siswa yang mengikuti ujian, terkonfirmasi ada empat siswa dari empat sekolah berbeda yang tidak dinyatakan lulus tahun ini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Isti Choma Wati, menyatakan bahwa penyebab ketidaklulusan empat siswa tersebut bukan karena nilai akademik, kehadiran, atau perilaku.

"Permasalahan bukan berasal dari sekolah, tapi lebih kepada faktor keluarga dan pola asuh di rumah," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (3/6).

Menurut laporan dari masing-masing sekolah, siswa yang tidak lulus diketahui sudah tidak aktif mengikuti kegiatan belajar sejak sekitar satu semester terakhir.

Meskipun pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya mulai dari pendekatan humanis oleh wali kelas, guru BK, hingga kepala sekolah, mengundang orang tua, bahkan kunjungan ke rumah lebih dari tiga kali anak-anak tersebut tetap menunjukkan ketidaktertarikan untuk melanjutkan sekolah.

Salah satu siswa diketahui sudah bekerja ikut miyang (aktivitas mencari ikan di laut), dan ada juga yang mengalami masalah keluarga seperti perceraian orang tua.

Beberapa di antaranya diasuh oleh kakek dan nenek, tanpa pendampingan orang tua yang memadai.

"Satu anak bahkan dibawa oleh ayahnya ke luar Jawa sebelum menyelesaikan rangkaian ujian. Padahal keinginannya untuk sekolah masih ada," jelas Isti.

Dindikpora bersama sekolah-sekolah terkait telah mengarahkan para siswa tersebut untuk mengikuti pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sebagai alternatif melanjutkan pendidikan di luar jalur formal.

Namun, mereka tetap menolak, kecuali satu anak yang dibawa orang tuanya keluar daerah.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan, bahkan mengundang komite serta perwakilan orang tua siswa untuk membahas sistem perlindungan anak.

Sekolah-sekolah juga telah menunjukkan bukti upaya yang telah dilakukan," tegas Isti.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi semua pihak bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi keluarga dan pola asuh di rumah.

Editor : Syaiful Amri
#keluarga #lulus sekolah #rembang #disdikpora rembang #smp #tidak lulus SMP