Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Rembang Usulkan TK Desa Menjadi Sekolah Negeri untuk Tingkatkan Fasilitas

Syaiful Amri • Rabu, 27 November 2024 | 04:23 WIB
RAMAI: Para Guru PAUD membuka stan saat acara Himpaudi di Balai Kartini beberapa waktu lalu
RAMAI: Para Guru PAUD membuka stan saat acara Himpaudi di Balai Kartini beberapa waktu lalu

REMBANG, RADARPATI.ID - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang sedang mengusulkan untuk menambah jumlah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri.

Wacana ini dinilai perlu perhitungan serta evaluasi yang matang.

Skema menambah TK Negeri yang dimaksud adalah meruban status dari yang awalnya sekolah swasta menjadi sekolah negeri.

Tentu saja, apabila hal ini dilakukan akan memiliki konsekuensi dalam hal penganggaran.

Sekolah yang bersangkutan harus mendapatkan dana dari pemerintah.

Kepala Dindikpora Rembang Sutrisno menyampaikan, saat ini jumlah TK yang ada di Rembang ada 896.

"Karena jumlahnya kan 896 itu kalau dinegerikan dia mendapat dana dari pemerintah," katanya.

Pendanaan yang dimaksud bukan hanya dari sisi lembaga. Melainkan juga dari segi Sumber Daya Manusia (SDM).

Sehingga untuk merealisasikan wacana "menegrikan" TK ini diperlukan pertimbangan serta perhitungan matang.

"Itu lembaganya, belum guru-gurunya banyak sekali. Pemkab harus menghitung, kami harus hitung nanti berapa, apakah bisa membiayai, nanti dana untuk pendidikan kan tambah lagi, banyak," jelasnya.

Terkait wacana menambah TK Negeri ini, Sutrisno mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan hal ini.

Hanya saja, dalam merealisasikan nanti, menurutnya perlu dilakukan secara bertahap. Seperti mengangkat TK-TK yang berstatus milik desa terlebih dahulu.

Sehingga bagi dia, perlu dilakukan klasifikasi fan evaluasi lebih lanjut.

"Saya sudah mengusulkan ke sana, kalau saya mikirnya bertahap saja dulu, milik desa dulu. Jadi nanti kami klasifikasi, milik desa sekian. Sehingga ini dinegrikan dulu, tapi tampaknya madih perlu dievaluasi," jelasnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Rembang Jumanto menyampaikan, di Rembang jumlah TK Negeri memang masih minim.

Sementara jumlah gurunya dianggap banyak. Pihaknya juga menerima beberapa usulan dari para guru, agar bisa diusulkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Setelah kami kaji, analisis tidak bisa. Kecuali TK-nya negeri," katanya.

Pihaknya pernah berkomunikasi dengan beberapa kepala desa. Menurutnya pihak desa juga menerima apabila TK-mereka dinegerikan.

"Nanti kalau sudah dinegrikan, otomatis gurunya nanti bisa diajukan pengangkatan negeri," jelasnya. (vah/ali/amr/cori)

Editor : Syaiful Amri
#Dindikpora #TK Negeri #Skema menambah TK Negeri #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga