Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Konsultasi Kemenkomarves Lanjutan TPST RDF, Blora Siap Setor Penuhi Kapasitas Sampah

Wisnu Aji • Kamis, 12 September 2024 | 21:43 WIB
KONSULTASI: Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Afandi konsultasi Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, beberapa hari lalu. DLH RBG UNTUK RADARPATI.ID
KONSULTASI: Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Afandi konsultasi Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, beberapa hari lalu. DLH RBG UNTUK RADARPATI.ID

KOTA, RADARPATI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang konsultasi Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves RI).

Membahas kelanjutan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Refused Derived Fuel (RDF) setelah dibangun.

Produknya ada RDF dan residu di terima PT Semen. Masih ada material daur ulang dan organik hasil pemilahan yang bisa dimanfaatkan.

Daerah minta bantuan ke pusat difasilitasi pengurangan sampah plastik dan kompos atau maggot.

”Kita minta bantuan untuk difasilitsi pengurangan sampah plastik dan pengolahan sampah organik,” kata Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Affandi saat dikonfirmasi RADARPATI.ID.

Dari pusat minta data. Kebetulan daerah juga belum tahu persis hitunganya.

Baik sampah plastik yang dihasilkan ataupun organik.

Ketika sudah siap diminta berkirim surat ke Kemenkomarves RI, lewat Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan.

”Mereka hanya sebagai koordinator. Membantu meneruskan Kementrian terkait. Sampah di Kementrian LHK, organik di Kementrian Pertanian,” ujarnya.

Kedepan sampah sebelum masuk mesin RDF dipilah.

Mana yang punya nilai seperti plastik,
termasuk organik.

Nanti dipisahkan dan dikelola lagi.

Supaya nilainya lebih tinggi lagi.

Sebagai gambaran sampah di Rembang 70 ton/hari.

Itu masih dikurangi plastik dan organik.

Padahal kapasitas 100 ton/hari.

Terkait kekurangan itu ditanya solusi yang diambil.

”Saya jelaskan sudah punya sarpras melebarkan penanganan sampah di Kecamatan yang belum tertangani. Kita sudah ketemu kepala LH Blora akan melakukan MoU menerima sampah dari Blora agar
mencukupi kapasitas,” gambaranya.

Secara detail belum di bahas.

Namun intinya Blora sudah sepakat kerjasama.

Sembari menyiapkan kerjasama.

Diluar konsultasi dengan Kemenkomarves, kesiapan daerah terus di kebut. Termasuk dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (Dputaru) melakukan peningkatan jalan.

Termasuk dengan penyambungan air bersih dan listrik untuk menunjang mobilitas disana.

Mengulas sebelumnya TPST RDF akan dibangun fisiknya tahun 2025.

Dua calon pengelola juga sudah mengerucut.

Termasuk untuk mewujudkan setidaknya ada enam poindipenuhi.

Pertama perbaikan jalan masuk ke TPA.

Penyediaan temporary landfil (TPA sementara) sampah sewaktu pembangunan.

Menyiapkan operasional (OP) RDF Rp 10.1 M.

Berikutnya memperbaiki pasujudan dan membuat jalan menuju makam mbah Sentono.

Pekerjaan Kerjasama Sama (PKS) dengan semen.

Kemudian mempekerjakan pemulung setelah pembangunan. (noe)

Photo
Photo
Editor : Abdul Rochim
#dlh rembang #lingkungan #sampah #rembang #dputaru rembang #DLH #Menkomarves