Program revitalisasi itu merupakan bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar. SD 1 Getassrabi mendapatkan anggaran sebesar Rp1.279.001.000 untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh sekolah melalui P2SP dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender atau sekitar empat bulan. Pekerjaan dimulai pada 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober mendatang.
Baca Juga: Bupati dan Wabup Kudus Ikut Flashmob Tari Lajur Caping Kalo
Plt Kepala Disdikpora Kudus Anggun Nugraha mengatakan, pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Mulai bulan Juli 2026 sudah dimulai. Sekarang sudah satu bulan dan progres pekerjaan mencapai 30 persen. Mudah-mudahan akhir Oktober nanti bisa diselesaikan dan manfaatnya dapat dirasakan untuk pembelajaran anak-anak,” ujar Anggun saat meninjau lokasi, Selasa (18/8).
Revitalisasi mencakup enam ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, ruang UKS, serta penataan lingkungan sekolah. Selain perbaikan bangunan, sekolah juga memperoleh bantuan perabot untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Genteng Lama Diganti Baru
Sebelumnya, pelaksanaan revitalisasi SD 1 Getassrabi sempat mendapat protes dari warga. Salah satu yang dipersoalkan adalah penggunaan genteng lama dalam pekerjaan awal.
Setelah dilakukan peninjauan berdasarkan petunjuk teknis (juknis), pekerjaan tersebut kemudian direvisi. Genteng lama akhirnya diganti dengan genteng baru.
Anggun menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi tetap berada dalam pengawasan agar pekerjaan sesuai ketentuan, baik dari sisi volume maupun kualitas.
“Pengawasan kami ada dua. Ada konsultan perorangan dan ada fasilitator yang ditunjuk kementerian. Mereka akan melihat bagaimana proses dan progres pekerjaan, termasuk volume dan kualitasnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan pekerjaan masih memungkinkan dilakukan apabila ditemukan kebutuhan teknis di lapangan yang belum tercantum dalam perencanaan awal.
“Kalau ada hal yang memang urgen dan belum masuk perencanaan, bisa dilakukan revisi. Tentunya tetap ada prosedurnya dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan,” ungkapnya.
Kabid Dikdas Kudus Agus Subandi mengatakan, sejumlah revisi di SD 1 Getassrabi telah dituangkan dalam berita acara. Salah satunya terkait pembangunan pagar sekolah.
“Di RAB awal, pagarnya hanya sekitar 30 persen. Kemudian sudah dilakukan revisi dan dituangkan dalam berita acara. Sekarang sudah diakomodasi dan pagarnya sudah baru,” katanya.
80 Sekolah di Kudus Dapat Program Revitalisasi
Program revitalisasi Kemendikdasmen di Kabupaten Kudus tidak hanya menyasar jenjang sekolah dasar. Anggun menyebut terdapat sekitar 80 satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP yang masuk dalam program tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 24 sekolah telah menerima pencairan bantuan dan mulai mengerjakan revitalisasi. Sementara sekolah lainnya masih menjalani tahapan bimbingan teknis dan penandatanganan perjanjian kerja sama.
Kepala SD 1 Getassrabi Hermiawati mengatakan, kondisi sejumlah bangunan sekolah sebelumnya memang membutuhkan perbaikan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan revitalisasi dari kementerian. Kondisi bangunan sebelumnya memang sudah cukup memprihatinkan,” ujarnya.
Selama proses pembangunan, pihak sekolah mengatur kembali penggunaan ruangan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ruangan yang sedang direvitalisasi untuk sementara tidak digunakan.
Saat ini SD 1 Getassrabi memiliki sekitar 70 siswa dari kelas I hingga VI serta layanan pra-SD. Dengan adanya revitalisasi, sekolah berharap fasilitas pendidikan menjadi lebih layak dan nyaman.
Hermiawati berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target sehingga fasilitas yang diperbaiki segera digunakan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran. (san)