KUDUS – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-48 SMAN 1 Bae Kudus berlangsung meriah melalui rangkaian kegiatan bertajuk Evoria ’48 (Expressing Victories Journey Anniversary of Sabaku 48).
Kegiatan bertema “Ekspresikan Prestasi dalam Inovasi, Wujudkan Generasi Berbudi Pekerti” ini digelar selama lima hari, mulai 16 hingga 20 April, dengan melibatkan siswa hingga masyarakat umum.
Ketua panitia, Irfansyah Surya Widyapratama, menjelaskan hari pertama diisi agenda internal sekolah.
Baca Juga: KERAP GAGAL PANEN! Petani Wonosoco Kudus Desak Pemerintah Normalisasi Sungai Juwana
Berbagai penampilan ditampilkan, seperti koreografi, pemilihan duta Saba, hingga musikalisasi puisi sebagai wadah ekspresi kreativitas siswa.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan lomba eksternal yang melibatkan pelajar tingkat SMP, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan lomba tari kreasi berpasangan.
Ajang ini tidak hanya menjadi sarana unjuk bakat, tetapi juga memperkenalkan sekolah kepada masyarakat luas.
Pada 18 April, panggung seni diramaikan kompetisi band dan solo song.
Para peserta menampilkan kemampuan terbaik di bidang musik, menciptakan suasana kompetitif sekaligus hiburan bagi warga sekolah.
Kemeriahan berlanjut pada 19 April dengan kegiatan jalan sehat yang terbuka untuk masyarakat umum. Panitia juga menyediakan berbagai doorprize untuk meningkatkan partisipasi warga.
Rangkaian acara ditutup pada 20 April melalui bazar organisasi siswa dan penampilan seni. Pada hari yang sama, dilakukan pengukuhan duta Saba sebagai representasi siswa berprestasi dan berkarakter.
Kepala SMAN 1 Bae Kudus, Sukandar, menyampaikan bahwa peringatan HUT sekolah ini telah menjadi tradisi yang terus berkembang setiap tahun.
Keterlibatan pihak luar melalui berbagai lomba diharapkan mampu melatih kesiapan siswa, baik secara kognitif, psikomotorik, maupun afektif.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana penting bagi siswa untuk belajar berorganisasi serta mengembangkan bakat dan minat.
Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ia menambahkan, konsep kegiatan terus disesuaikan dengan perkembangan dunia pendidikan, termasuk penerapan prinsip pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful learning.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi evaluasi bersama agar penyelenggaraan ke depan semakin meriah dan bermakna,” ujarnya. (dik/him)