
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Pemkab Pati menyiapkan alat berat untuk membersihkan bangkai ikan yang menimbulkan bau menyengat.
Kondisi Bendung Karet yang mengering membuat bangkai ikan menumpuk di sepanjang aliran sungai.
Baca Juga: 29 Desa di Pati Krisis Air, Warga dan Petani Nunggu Waduk Kedungombo Dibuka
Selain mengganggu pemandangan, aroma busuk mulai dirasakan warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati telah meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganan.
Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak ialah membersihkan bangkai ikan agar tidak semakin mengganggu lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati Tulus Budiharjo mengatakan, pembersihan segera dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemprov Jateng.
“Berdasarkan kesepakatan bersama Pemprov Jateng, kami akan segera membersihkan area tersebut. Bangkai ikan akan diangkut dan dikubur di lahan kosong milik BBWS yang berada di dekat bendungan,” ujarnya.
Proses pembersihan diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan.
Tim gabungan kini menyiapkan alat berat untuk mengeruk bangkai ikan sekaligus menyiapkan lokasi penguburan.
Masyarakat sekitar juga akan dilibatkan melalui kegiatan gotong royong.
Selain meminta pembersihan, warga berharap pemerintah segera mengalirkan kembali air dari waduk menuju Sungai Juwana.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi dampak kekeringan yang juga mengancam sektor pertanian.
Sekretaris Desa Bungasrejo Lukito mengatakan, mengeringnya Bendung Karet bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa pernah dialami warga pada 2024.
Menurutnya, ketersediaan air dibutuhkan untuk sejumlah kepentingan.
Selain menjaga pasokan irigasi pertanian, aliran air juga diharapkan membantu membersihkan sisa bangkai ikan yang masih berada di sungai.
“Kami berharap instansi terkait bisa segera menggelontorkan air. Air ini sangat vital; pertama untuk irigasi pertanian dan mencegah tanggul jebol, serta yang kedua untuk membantu menyapu bersih sisa-sisa bangkai ikan sapu-sapu,” kata Lukito.
Warga berharap penanganan dilakukan secepatnya.
Sebab, semakin lama bangkai dibiarkan, aroma busuk dikhawatirkan semakin kuat dan mengganggu kondisi lingkungan serta kenyamanan masyarakat. (*)
Editor : Abdul Rochim