Pemkab Pati Siapkan Lahan 200-500 Hektare untuk Kawasan Industri, Bidik Investasi dan 3.500 Lapangan Kerja

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:35 WIB


AREA INDUSTRI: Pengguna jalan melintasi wilayah deretan pabrik di Pati-Juwana belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
AREA INDUSTRI: Pengguna jalan melintasi wilayah deretan pabrik di Pati-Juwana belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai menyiapkan lahan seluas 200 hingga 500 hektare untuk pengembangan kawasan industri.

Langkah ini dilakukan guna mengakomodasi minat investor yang ingin menanamkan modal di Kabupaten Pati.

Ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Baca Juga: TAK TANGGUNG-TANGGUNG! Warga Bulumanis Pati Laporkan Dugaan Pencemaran Sungai Mbango ke KLH dan Bareskrim Polri

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan sejumlah investor telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Bumi Mina Tani. 

Beberapa di antaranya berasal dari sektor industri pembuatan tas, mainan, hingga perusahaan pengemasan (packaging).

"Investor yang ingin masuk cukup banyak. Ada rencana pembangunan pabrik tas, mainan, perusahaan packaging, dan beberapa sektor lainnya. Saat ini kami terus menjembatani agar mereka bisa segera berinvestasi di Kabupaten Pati," ujarnya.

Koordinasi dengan ATR/BPN

Menurut Chandra, Pemkab Pati masih melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait penyelesaian tata ruang dan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dari hasil pembahasan tersebut, masih terdapat sejumlah kawasan yang berpotensi dialokasikan sebagai kawasan industri.

"Kami sudah bertemu dengan tim dari Kementerian ATR/BPN. Setelah penyelesaian tata ruang di Kabupaten Pati, LP2B sudah mencapai sekitar 87 persen. Artinya masih ada sejumlah kawasan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai kawasan industri," jelasnya.

Ia menilai keberadaan kawasan industri menjadi faktor penting untuk menarik investasi baru sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Harapan kami, setelah proses koordinasi dengan ATR/BPN selesai, Kabupaten Pati bisa menjadi salah satu kawasan tujuan investasi industri di Jawa Tengah," katanya.

Butuh Lahan Hingga 500 Hektare

Meski demikian, pemerintah daerah belum menentukan lokasi pasti kawasan industri tersebut.

Namun, Chandra optimistis kebutuhan lahan seluas 200 hingga 500 hektare dapat dipenuhi karena Kabupaten Pati memiliki wilayah yang cukup luas.

"Gambaran lokasinya memang belum ada. Tetapi wilayah Kabupaten Pati cukup luas. Setelah persoalan LP2B selesai, saya kira masih banyak kantong-kantong wilayah yang bisa dimanfaatkan untuk kawasan industri. Kebutuhan lahannya sekitar 200 sampai 500 hektare," ungkapnya.

Selain menyiapkan kawasan industri, Pemkab Pati juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan terintegrasi.

"Kami ingin setiap investor yang datang ke Pati merasa aman, nyaman, dan mendapatkan kepastian pelayanan. Investasi yang masuk harus mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati," tegas Chandra.

Pabrik Tas Berpotensi Serap 3.500 Pekerja

Sementara itu, perwakilan investor, Ferry, menilai Kabupaten Pati memiliki prospek investasi yang menjanjikan.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam merealisasikan investasi.

Ia mengungkapkan, salah satu proyek yang sedang dijajaki adalah pembangunan pabrik tas dan koper yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja.

Ferry optimistis rencana investasi tersebut dapat segera memasuki tahap berikutnya setelah pembahasan teknis bersama pemerintah daerah selesai. (adr/him)

Editor : Abdul Rochim
investasi Pati kawasan industri Pati pabrik di Pati Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Pemkab Pati