Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polsek Kudus Gagalkan Pengiriman Celurit 1,3 Meter yang Dipesan Pelajar MTs

GAbdul Rochim
Kapolsek Kota AKP Subkhan menunjukkan sajam hasil sitaan. (GALIH ERL/RADAR PATI)
Kapolsek Kota AKP Subkhan menunjukkan sajam hasil sitaan. (GALIH ERL/RADAR PATI)

Advertisement

KUDUS – Upaya pencegahan aksi tawuran pelajar terus dilakukan jajaran Polsek Kudus Kota.

Salah satunya dengan menggagalkan pengiriman paket berisi senjata tajam (sajam) berupa celurit atau klewang khas Madura sepanjang 1,3 meter yang dipesan seorang pelajar di Kecamatan Kota, Kudus.

Paket tersebut ditemukan saat Unit Reskrim Polsek Kudus Kota menggelar patroli rutin di sejumlah jasa ekspedisi pada Kamis (23/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Advertisement

Tim yang dipimpin Ipda Afif Pramanta mencurigai salah satu paket dan melakukan pemeriksaan hingga ditemukan senjata tajam berukuran jumbo di dalamnya.

Setelah paket diamankan, petugas melakukan pengawasan hingga proses penyerahan kepada pemesan. Dari hasil penyelidikan diketahui pemesan berinisial NZP (13), pelajar kelas I MTs yang tinggal di Kecamatan Kota, Kudus.

Advertisement

Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan keluarga. Dari hasil pemeriksaan diketahui NZP merupakan anak yatim piatu yang diasuh pamannya.

Remaja tersebut mengaku membeli celurit melalui platform e-commerce dari penjual di Madura, Jawa Timur, seharga Rp240 ribu pada 18 Juli. Ia berdalih senjata itu dibeli hanya untuk koleksi dan pajangan di kamar setelah tertarik melihat unggahan di media sosial.

"Dari hasil pemeriksaan jejak digital pada ponsel dan akun media sosial milik yang bersangkutan, untuk sementara belum ditemukan indikasi keterlibatan dengan komunitas tertentu maupun gangster," ujar AKP Subkhan.

Karena pelaku masih di bawah umur, kepolisian memilih langkah pembinaan dan pendekatan restoratif.

NZP dikembalikan kepada keluarganya setelah membuat surat pernyataan yang turut disaksikan wali, kepala sekolah, kepala desa, bhabinkamtibmas, dan babinsa.

Advertisement

Artikel Terkait

Ponpes Khawatir Longsor, Tambang Galian C di Proko Kudus Di-Stop

Ponpes Khawatir Longsor, Tambang Galian C di Proko Kudus Di-Stop

Satpol PP Kudus menghentikan aktivitas galian C di Dukuh Proko, Desa Kaliwungu, karena belum mengantongi izin. Pengelola Ponpes Al-Aqso khawatir penambangan yang mendekati pondok memicu longsor dan merusak bangunan.

Di Kudus, Guru Sesuai Domisili Diusulkan Dongkrak Peminat SD Negeri

Di Kudus, Guru Sesuai Domisili Diusulkan Dongkrak Peminat SD Negeri

Komisi D DPRD Kudus mengusulkan penempatan guru sesuai domisili untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap SD negeri. Selain itu, peningkatan kompetensi guru, inovasi sekolah, dan kajian regrouping juga menjadi perhati

Istri Bupati Kudus Ajak Lestarikan Lentog Tanjung, Kunjungi Tempat Kuliner Legendaris sejak 1952

Istri Bupati Kudus Ajak Lestarikan Lentog Tanjung, Kunjungi Tempat Kuliner Legendaris sejak 1952

Istri Bupati Kudus Endhah Endhayani menikmati Lentog Tanjung di Warung Pak Ndek, kuliner legendaris sejak 1952. Ia mengajak masyarakat dan wisatawan melestarikan sekaligus mencicipi cita rasa khas warisan Kudus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer