
PATI – Fenomena tawuran antarpelajar yang dipicu saling tantang di media sosial kembali terjadi di Kabupaten Pati.
Sebanyak sembilan pelajar dari salah satu SMK swasta diamankan Polsek Pati usai diduga terlibat bentrokan di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati.
Kapolsek Pati IPTU Windartono mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang melihat konvoi pelajar disertai aksi tawuran di sekitar SPBU Mojo, Kecamatan Margorejo.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyisiran di sepanjang JLS.
Baca Juga: Kepala Kejari Hari Wibowo Bantah Isu Jaksa Peras ASN Pati, Begini Katanya
Hasil penyelidikan mengarah ke sebuah bascamp di kawasan Pasar Beras Sleko.
Saat lokasi digerebek, sebagian pelajar berhasil melarikan diri, sementara sembilan lainnya diamankan dan dibawa ke Mapolsek Pati untuk menjalani pemeriksaan.
"Kami menerima laporan dari warga, kemudian langsung melakukan penyisiran dan menemukan para pelajar berkumpul di sebuah bascamp," ujar Windartono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi tawuran dipicu saling sindir dan saling menantang melalui media sosial Instagram.
Perselisihan itu kemudian berlanjut dengan kesepakatan kedua kelompok untuk bertemu dan berkelahi di lokasi yang telah ditentukan.
"Awalnya saling sindir dan saling menantang melalui media sosial. Setelah itu mereka sepakat bertemu untuk melakukan tawuran," jelasnya.
Sebelum menuju lokasi bentrokan, para pelajar diketahui berkumpul di bascamp Pasar Beras Sleko dan mengonsumsi minuman keras jenis arak.
Setelah itu mereka berkonvoi menuju Jalan Lingkar Selatan dan bertemu dengan kelompok lawan di sekitar SPBU Mojo.
Dari keterangan yang diperoleh polisi, bentrokan dilakukan dengan skenario lima lawan lima. Seusai tawuran, para pelajar kembali ke bascamp sebelum akhirnya digerebek petugas.
Sembilan pelajar yang diamankan masing-masing berinisial AMS (17), SAAF (16), RRW (17), AF (16), DR (18), RAP (15), GMS (15), INR (15), dan GJW (16).
Selain mengamankan para pelajar, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa botol bekas minuman keras, kartu remi, telepon genggam, dompet, kunci sepeda motor, serta 19 unit sepeda motor yang diduga digunakan saat konvoi dan aksi tawuran.
Saat ini, Polsek Pati masih mendalami peran masing-masing pelajar serta memburu sejumlah pelaku lain yang melarikan diri saat penggerebekan.
Polisi juga masih melakukan pencarian terhadap senjata tajam atau alat lain yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Windartono mengimbau orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, khususnya penggunaan media sosial yang berpotensi memicu perselisihan hingga berujung kekerasan.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan rencana tawuran, konvoi liar, maupun gangguan kamtibmas melalui layanan darurat Polri 110. (adr)
Editor : Abdul Rochim